Pendalaman
Pendalaman: Bacalah Ellen G. White, "Kasih Allah kepada Manusia," dalam Langkah kepada Kristus, hlm. 8-21.
"Firman Allah mengungkapkan karakter-Nya. Dia Sendiri yang telah menyatakan kasih dan belas kasihan-Nya yang tak terbatas. Ketika Musa berdoa, "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku," Allah menjawab, "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama Tuhan di depanmu" ( Kel. 33: 18, 19). Itulah kemuliaan-Nya. Tuhan berlalu di depan Musa, dan menyatakan, "Tuhan, Tuhan Allah, penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa" ( Kel. 34:6, 7). Dia "pengasih dan penyayang yang panjang sabar" dan "berkenan kepada kasih setia" ( Yunus 4: 2; Mikha 7: 18).
"Allah telah mengikat hati kita kepada-Nya dengan tanda-tanda yang tak terhitung banyaknya di langit maupun di bumi. Melalui benda-benda di alam, serta sentuhan duniawi yang paling dalam dan paling lembut yang dapat dimengerti oleh hati manusia, Allah telah berusaha untuk mengungkapkan diri-Nya kepada kita. Itu pun belum dapat sempurna menggambarkan kasih-Nya. Meskipun semua bukti ini telah diberikan, setan membutakan pikiran manusia, sehingga manusia memandang Allah dengan rasa takut, dan menganggap Allah sebagai Pribadi yang keras dan tak kenal ampun. Setan berusaha membuat manusia melihat Allah sebagai Pribadi yang sifat utamanya adalah keadilan yang kaku dan keras-hakim yang kejam, penagih utang yang bengis. Dia menggambarkan Sang Pencipta sebagai Pribadi yang memperhatikan dengan mata pikiran cemburu untuk mencari-cari kesalahan manusia, sehingga Dia dapat menjatuhkan hukuman kepada mereka. Untuk menghapuskan bayangan gelap dan menyatakan kepada dunia akan kasih Allah yang tak terbatas, Yesus harus datang dan tinggal di antara manusia.—Ellen G. White, Langkah kepada Kristus, hlm. 12, 13.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: