Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-01 Pelajaran 3 11 Jan 2025 - 17 Jan 2025

Berkenan kepada Allah

Ayat Hafalan

"**:** "TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai" (Zefanya 3: 17)."

Bacaan Pekan Ini: Luk. 15: 11- 32; Zef 3:17; Ef 5: 25- 28; Yes. 43: 4; Rm. 8: 1; Rm. 5: 8; Mrk. 9: 17- 29.

Minggu (Hari #2) 12 January 2025

Lebih Berharga daripada yang Dapat Anda Bayangkan.

Seperti yang kita lihat pada pelajaran sebelumnya, tidak ada seorangpun bahkan orang yang paling berdosa atau orang yang paling jahat sekalipun yang tidak dikasihi Allah. Dan karena Allah menghargai manusia lebih dari yang bisa kita bayangkan, Dia tidak senang dengan dosa karena Dia mengasihi kita dan juga mengetahui dampak dosa terhadap kita.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Lukas 15: 11-32. Apakah yang diungkapkan perumpamaan anak yang hilang tentang belas kasihan dan kasih Allah? Amaran apakah yang diberikan bagi mereka yang tetap tinggal di rumah seperti si anak sulung?

Dalam kisah yang Yesus ceritakan ini, anak laki-laki tersebut meminta warisannya sejak dini, yang berarti menolak ayahnya dan rumah tangga ayahnya. Anak yang hilang kemudian menyia-nyiakan warisannya dan jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan, iri pada babi yang makan dari palungan. Menyadari bahwa hamba-hamba di rumah ayahnya memiliki makanan yang lebih dari cukup, ia memutuskan untuk pulang ke rumah dengan harapan menjadi seorang hamba.

Berikutnya adalah hal yang sangat luar biasa. Beberapa ayah akan menolak anak laki-laki seperti itu ketika dia kembali. "Kamu telah mengambil warisanmu dan memisahkan diri dari rumahku. Kamu tidak punya lagi tempat di sini." Itu merupakan sikap logis, bahkan masuk akal, bukan? Di mata sebagian orangtua, anak ini telah bertindak keterlaluan sehingga tidak dapat diterima kembali di rumah, terutama dalam status sebagai anak laki-laki.

Namun, dalam perumpamaan tersebut, sang ayah (yang melambangkan Allah sendiri) tidak merespons dengan cara seperti itu. Lebih tepatnya, "Ketika ia (anak durhaka itu) masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia" ( Luk. 15: 20). Meskipun pada saat seperti itu dianggap kurang pantas jika tuan rumah berlari menyambut seseorang, sang ayah, dengan kasih sayangnya yang besar, berlari menemui putranya dan, yang lebih mengejutkan, mengembalikannya sebagai bagian dari rumah tangganya, bahkan mengadakan sebuah perayaan untuknya, menandakan kasih sayang Allah yang besar terhadap setiap orang yang tersesat serta kegembiraan yang Dia rasakan sekalipun hanya satu orang yang kembali. Sungguh gambaran yang luar biasa tentang Allah!

Pertanyaan Diskusi:
Yang menarik adalah reaksi anak laki-laki yang satunya lagi. Mengapa reaksi ini merupakan reaksi yang manusiawi, setidaknya bila didasarkan pada keadilan, dan dapat dimengerti tentunya? Namun, apakah yang diajarkan oleh peran anak sulung ini kepada kita tentang bagaimana konsep keadilan manusia tidak mencerminkan kedalaman Injil atau kasih Allah bagi kita?