Kasih Adalah Kegenapan Hukum Taurat
Hubungan antara kasih dan hukum tidak dapat dilebih-lebihkan. Memang, menurut Kitab Suci, mengasihi adalah memenuhi hukum Taurat.
Dalam Roma 13: 8- 10, Paulus mengajarkan bahwa "barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat'' ( Rm. 13: 8). Setelah mendaftarkan enam dari sepuluh perintah terakhir, Paulus menyatakan bahwa ini semuanya "sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"' ( Rm. 13: 9). Memang, Paulus mengajarkan dengan jelas, "kasih adalah kegenapan hukum Taurat" ( Rm. 13: 10). Sekali lagi, dalam Galatia 5: 14, Paulus menjelaskan, "Seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"' ( Gal. 5: 14). Tetapi kasih jenis apakah yang menggenapi hukum Taurat? Kasih seperti apakah itu?
Yesus mengidentifikasi "hal terpenting dalam hukum Taurat" yaitu "keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan." Dan dalam hubungan dengan satu hukum khususnya-Sabat-kita dapat melihat dalam Kitab Suci bahwa Sabat itu sendiri tak terpisahkan dengan pembebasan dan keadilan.
Dalam Ulangan 5, perintah Sabat dasarnya berhubungan dengan Allah membebaskan Israel dari perbudakan. Artinya, hari Sabat bukan hanya peringatan penciptaan tetapi juga peringatan pembebasan dari perbudakan dan penindasan. Dan dalam konteks tentang berpaling dari kesenangan seseorang untuk menyebut Sabat suatu kenikmatan dengan bersenang-senang karena Tuhan ( Yes. 58: 13, 14), penekanannya adalah pada mengusahakan kasih dan keadilan bagi orang lain- melakukan yang baik, memberi makan orang lapar, menampung yang tidak punya rumah (lihat Yes. 58: 3- 10).
Mengingat semua ajaran ini ( dan banyak lainnya), orang yang ingin memenuhi hukum Taurat melalui kasih harusnya menaruh perhatian tidak hanya tentang dosa perbuatan tetapi juga tentang dosa kelalaian. Kasih sebagai penggenapan hukum Taurat melibatkan tidak hanya menurut hukum dalam arti menahan diri untuk tidak melakukan dosa tetapi juga secara aktif berbuat baik- melakukan pekerjaan kasih yang dengan setia memajukan keadilan dan belas kasihan. Menjadi setia kepada Allah adalah lebih dari sekadar tidak melanggar catatan hukum Taurat.