Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-01 Pelajaran 13 22 Mar 2025 - 28 Mar 2025

Kasih Adalah Kegenapan Hukum Taurat

Ayat Hafalan

"**:** "Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat" (Roma 13: 8)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 20: 1- 17; Rm. 6:1- 3; Rm. 7: 7- 12; Yer. 31: 31- 34,· Mat. 23: 23, 24; Yak. 2:1-9.

Senin (Hari #3) 24 March 2025

Hukum Taurat Itu Kudus, Benar, dan Baik

Kasih adalah landasan hukum Allah. Ketika Allah menegakkan hukum, Dia menegakkan kasih. Inilah sebabnya mengapa Yesus mati untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, agar Dia dapat menegakkan hukum dan pada saat yang sama memberikan kasih karunia kepada kita. Dengan demikian, Dia bisa menjadi adil sekaligus membenarkan orang-orang yang percaya ( Rm. 3: 25, 26). Sungguh suatu ekspresi kasih! Oleh karena itu, hukum bukannya menjadi tidak sah melalui proses penebusan; malahan semakin dikukuhkan.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Roma 6: 1-3 dan kemudian Roma 7: 7-12, dengan penekanan khusus pada ayat 12. Apakah yang ayat-ayat ini beritahukan kepada kita mengenai hukum Taurat, bahkan setelah Kristus mati?

Pada saat beberapa orang percaya bahwa kasih karunia dan penebusan membatalkan hukum Taurat, Paulus dengan jelas menyatakan bahwa kita tidak boleh terus-menerus berbuat dosa agar kasih karunia bertambah. Sebaliknya, mereka yang berada di dalam Kristus karena iman telah "dibaptis dalam kematian-Nya" dan karena itu menganggap diri mereka mati terhadap dosa dan hidup bagi Kristus.

Hukum Allah bukanlah dosa, namun hukum tersebut (antara lain) membuat dosa dan keberdosaan kita menjadi jelas bagi kita. Itulah sebabnya, ya, "hukum Taurat itu kudus, dan perintah itu juga kudus, benar dan baik" ( Rm. 7: 12). Tidak ada yang lain selain hukum itu yang mengungkapkan kebutuhan kita yang besar akan keselamatan, akan penebusan--keselamatan dan penebusan yang hanya diperoleh melalui Kristus. Oleh karena itu, kami tidak "membatalkan hukum Taurat karena iman" tetapi "sebaliknya, kami meneguhkannya" ( Rm. 3: 31).

Kristus datang bukan untuk menghapuskan hukum tetapi untuk menggenapi semua yang dijanjikan dalam hukum Taurat dan kitab para nabi. Oleh karena itu, Dia menekankan bahwa, "selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat" ( Mat. 5: 18).

Hukum Allah itu sendiri melambangkan kekudusan Allah-karakter kasih, keadilan, kebaikan, dan kebenaran-Nya yang sempurna ( Im. 19: 2; Mzm. 19: 8,9; Mzm. 119: 142, 172). Dalam hal ini, penting bahwa, menurut Keluaran 31: 18, Allah sendiri yang menuliskan Sepuluh Perintah Allah pada loh batu. Tertulis di atas batu, hukum-hukum ini merupakan kesaksian akan karakter Allah yang tidak berubah dan pemerintahan moral-Nya, yang didasarkan pada kasih- sebuah tema sentral dari pertentangan besar ini.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah hubungan antara hukum dan kasih ini membantu kita lebih memahami kata-kata Yesus, "Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" ( Yoh. 14: 15)?