Semua tentang Misi
Dalam Efesus 4, Paulus menunjukkan bahwa tujuan utama karunia-karunia rohani adalah untuk membantu orang percaya memajukan misi Allah. Pelayanan kenabian Ellen G. White memiliki tujuan yang sama. Berbagai pekabarannya yang diilhami telah membantu orang percaya untuk mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan Allah dan mendorong mereka untuk membagikan kasih itu kepada orang lain.
"Dari semua orang yang mengaku Kristen," tulisnya, "Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh haruslah yang terdepan dalam meninggikan Kristus di hadapan dunia. Pemberitaan pekabaran malaikat ketiga menuntut penyajian kebenaran Sabat. Kebenaran ini, dengan kebenaran lain yang termasuk dalam pekabaran itu, harus diberitakan; tetapi pusat daya tarik yang besar, Kristus Yesus, tidak boleh ditinggalkan. Di kayu salib Kristuslah kasih dan kesetiaan bertemu, keadilan dan damai sejahtera bercium-ciuman. Orang berdosa harus dituntun untuk memandang ke Kalvari; dengan iman yang sederhana dari seorang anak kecil ia harus memercayai jasa-jasa Juruselamat, menerima kebenaran-Nya, memercayai belas kasihan-Nya" —Gospel Workers, hlm. 156, 157.
Lebih jauh lagi, setiap orang percaya, ia bersikeras, telah dipanggil untuk menjadi bagian dari misi Allah.
"Tuhan menuntut agar upaya pribadi yang jauh lebih besar dilakukan oleh anggota-anggota gereja kita" —Evangelism, hlm. 113.
"Dalam pekerjaan Tuhan tidak boleh ada pemalas. Hendaklah yang berbeda-beda bersatu dalam pekerjaan sebagai penjala manusia. Hendaklah mereka berusaha mengumpulkan jiwa-jiwa dari kerusakan dunia ke dalam kemurnian kasih Kristus yang menyelamatkan" -Evangelism, hlm. 115.
Ellen G. White sendiri adalah seorang misionaris ke Eropa pada tahun 1880-an, dan di Australia selama tahun 1890-an. Karena panggilan kenabian Allah untuk komitmen pribadi dan misi inilah Iblis "marah" ( Why. 12: 17) kepada umat Allah pada akhir zaman.
Ini adalah para pengikut Yesus yang memiliki pekabaran akhir zaman, bimbingan nubuat, dan wawasan: "Tuhan telah menyatakan bahaya-bahaya yang ada di sekitar dan di depan kita. Melalui perantaraan Roh Nubuat, Ia telah menyingkapkan khayalan yang akan menawan dunia, dan telah berfirman kepada umat-Nya, dengan mengatakan, 'Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya.' [Yesaya 30: 21</span>.] … The Great Controversy menyingkapkan penipuan Iblis" —Ellen G. White, manuscript 31, 1890.
Iblis sangat marah ketika orang menyerahkan hidup mereka kepada Yesus, dan ia melakukan segalanya untuk mendiskreditkan suara kenabian Allah. Beberapa metodenya bertujuan untuk mendiskreditkan karunia nubuat Ellen G. White sebagai "tidak relevan". Bagaimanapun, ia menulis pada masa yang jauh berbeda dengan masa kita.
Upaya lain adalah membawa keraguan dengan mempertanyakan klaim kenabiannya dan menunjuknya sebagai nabi palsu. Namun, cara paling efektif untuk membuat Ellen G. White tidak relevan adalah dengan memisahkan generasi sekarang dari membaca tulisannya sendiri.
Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi https://whiteestate.org/absg/12.