Karunia-Karunia Roh
Agar jemaat Kristus dapat berfungsi dengan baik, Allah telah memberikan karunia-karunia untuk memfasilitasi pelayanannya. Dalam Perjanjian Baru, kita menemukan beberapa daftar karunia rohani.
Tujuan dari semua karunia rohani adalah untuk membangun jemaat, serta untuk memberitakan Injil. Paulus menyertakan karunia nubuat (tersirat dari kata "nabi-nabi") dalam keempat daftar tersebut. Karunia-karunia lainnya hanya muncul sekali. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa nubuat adalah salah satu karunia rohani yang paling penting.
Mari kita perhatikan beberapa ciri umum mengenai nabi-nabi:
1. Nabi-nabi dipanggil oleh Allah (lihat 1 Raj. 19: 16, 19–21 dan Yesaya 6). Sering kali mereka merasa tidak layak dan segan untuk memikul tanggung jawab mereka, tetapi mereka taat.
2. Allah berbicara kepada nabi-nabi melalui penglihatan, mimpi, atau ucapan yang terdengar. Kadang-kadang Allah mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa depan. Di waktu lain, Ia memberi tahu mereka tentang urusan-urusan terkini dari bangsa-bangsa atau orang-orang ( Daniel 2).
3. Kitab Suci menggambarkan fenomena fisik: nabi-nabi mungkin kehilangan kekuatan fisik atau bahkan berhenti bernapas, tetapi mereka juga mungkin dipenuhi dengan kekuatan baru ( Dan. 10: 8–10, 18, 19).
*4. Nabi-nabi menyampaikan pekabaran mereka dengan berbagai cara*—secara lisan ( Kis. 21: 10–12), melalui peragaan ( Yehezkiel 4), atau melalui surat-surat ( Wahyu 2, 3). Nabi-nabi tertentu menggunakan asisten sastra (lihat Yer. 36: 1–4).
5. Pekabaran seorang nabi harus sesuai dengan nabi-nabi terdahulu, karena Allah tidak bertentangan dengan diri-Nya sendiri ( Yes. 8: 20).
6. Isi pekabaran seorang nabi, serta pengaruh kehidupan pribadi seorang nabi, akan bersaksi tentang asal-usul Ilahi pekabaran tersebut ( Mat. 7: 15–20).
7. Iblis selalu mencoba memalsukan hal-hal Ilahi. Hal ini juga berlaku untuk karunia nubuat. Pada akhir zaman, akan ada nabi-nabi palsu ( Mat. 24: 24, 2 Ptr. 2: 1).