Janji Yoel
Yoel, nabi abad ketujuh SM, memberikan wawasan penting tentang peristiwa masa depan. Ketika kita membaca bagian ini, kita bertanya-tanya apakah ia berbicara tentang zaman kunonya sendiri atau tentang hal-hal di masa depan yang jauh.
Para teolog cenderung membedakan antara dua bentuk nubuat—klasik dan apokaliptis. Nubuat klasik berbicara tentang bangsa-bangsa konkret dan menggunakan angka dan nama nyata (lihat, misalnya, Yer. 25: 1–11). Nubuat apokaliptis, di sisi lain, menggunakan bahasa simbolis yang tinggi, menggunakan angka simbolis untuk waktu, dan sering kali menyebutkan tanda-tanda kosmis (lihat Dan. 7). Terkadang kita menemukan tumpang tindih dari kedua jenis nubuat ini (lihat, misalnya, Mat. 24).
Bagaimanakah dengan Yoel 2: 28–31? Tampaknya bagian ini termasuk dalam kategori yang terakhir. Ini berarti bahwa kita tidak boleh mengharapkan penggenapan dalam masa hidup nabi itu, atau bahkan pada tahun-tahun segera setelah pelayanannya. Sebaliknya, kita harus mencari penggenapan nubuat ini di masa depan.
Perhatikan konteks dan kerangka waktu di mana Allah akan memberikan karunia nubuat-"sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat" ( Yl. 2: 31). Hari apakah itu? Kedatangan Yesus yang pertama? Atau yang kedua? Atau keduanya?
Ketika kita mempertimbangkan penyebutan tanda-tanda pada matahari dan bulan dalam nubuatan Yoel, kita segera dikejutkan oleh fakta bahwa kita dapat menemukan gagasan ini dalam beberapa bagian alkitabiah lainnya juga. Yesus memberi tahu murid-murid-Nya tentang tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang-bintang dalam wacana akhir zaman-Nya yang terkenal ( Mat. 24: 29). Demikian pula, Yohanes Pewahyu menyebutkan tanda-tanda yang sama ( Why. 6: 12, 13).
Baik Yesus maupun Yohanes menargetkan tanda-tanda kosmis paling akhir sebelum kedatangan Tuhan kita yang kedua kali. Jadi, kita dapat berasumsi bahwa nubuatan Yoel, yang menunjuk pada tanda-tanda serupa, seharusnya memiliki dampak pada akhir zaman: "Aku akan mengadakan tanda-tanda di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu" ( Yl. 2: 30, 31).