Persekutuan Roh Kudus
Kasih karunia Yesus tidak hanya mengungkapkan kasih Allah bagi kita, tetapi juga membawa persekutuan Roh sebagai dampak lebih lanjut dari kasih itu. Pada saat yang sama, persekutuan bersumber dari kasih Allah. Dan itu karena tanpa kasih, tidak ada persekutuan. Seperti yang ditulis oleh Paulus: "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan" ( Flp. 2: 1, 2).
Beberapa orang mengatakan bahwa Roh Kudus hanyalah sebuah kekuatan atau pengaruh, tetapi itu tidak masuk akal benar. Lagi pula, mengapa Paulus menyebutkan dua pribadi—Bapa dan Anak—bersama dengan sekadar "kekuatan" dalam sebuah rumusan trinitarian? Itu tidak akan masuk akal. Sama seperti Bapa dan Anak disajikan dalam hubungan pribadi ( 2 Kor. 1: 3, 2 Kor. 11: 31), hubungan Roh dengan manusia menuntun kita pada kesimpulan bahwa Ia juga adalah oknum pribadi ( Rm. 8: 15, 16; lihat juga Yoh. 14: 16, 17, 26; Yoh. 15: 26).
Frasa "persekutuan Roh" ( Flp. 2: 1) dapat dipahami dalam dua cara. Ini bisa berarti persekutuan satu sama lain yang dianugerahkan oleh Roh, atau persekutuan dengan Roh itu sendiri. Beberapa penafsir Alkitab berpendapat bahwa makna-makna ini tidak saling bertentangan. Bagaimanapun, persekutuan satu sama lain adalah konsekuensi dari persekutuan dengan Roh.
Paulus banyak berbicara tentang pekerjaan Roh. Dalam 1 dan 2 Korintus, terdapat lebih dari empat puluh referensi mengenai Roh Kudus. Roh Kudus mendorong pembangunan jemaat ( 1 Kor. 14: 12), memampukan orang untuk misi ( 1 Kor. 2: 4, 5), mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi dari Allah kepada kita ( 1 Kor. 2: 10, 11) dan mengajarkannya kepada kita ( 1 Kor. 2: 13), diam di dalam kita ( 1 Kor. 3: 16, 1 Kor. 6: 19), bekerja bersama Kristus untuk pembenaran kita ( 1 Kor. 6: 11), menganugerahkan karunia-karunia rohani kepada jemaat ( 1 Korintus 12–14), memeteraikan kita untuk keselamatan ( 2 Kor. 1: 22), menanamkan hukum di dalam hati manusia ( 2 Kor. 3: 3), serta memberikan hidup baru di dalam Kristus ( 2 Kor. 3: 6) dan kebebasan dari dosa ( 2 Kor. 3: 17). Tentu saja, kita tidak akan hidup tanpa Roh Kudus.