Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-01 Pelajaran 8 14 Feb 2026 - 20 Feb 2026

Keutamaan Kristus

Ayat Hafalan

"Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia" (Kolose 1: 15-17)."

Bacaan Pekan Ini: Kej. 1: 26, 27; Kol. 1: 15-20; Yoh. 1: 1-3; Ef. 1: 22; 1 Kor. 12: 12-27; 1 Kor. 4: 9; Rm. 6: 3, 4.

Kamis (Hari #6) 19 February 2026

Memperdamaikan Segala Sesuatu

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Kolose 1: 19, 20. Pendamaian apakah yang terjadi melalui salib, dan seberapa luas cakupannya?

Paulus menggunakan ungkapan yang menarik dalam bahasa Yunani untuk mengakhiri gambarannya tentang Yesus, secara tidak langsung mengacu kepada Bapa kembali, yang disebutkan dalam Kolose 1: 12. Kepenuhan-Nya untuk berdiam dalam Yesus itulah yang berkenaan kepada Bapa (bandingkan dengan Kol. 2: 9). Apakah yang dimaksud dengan "kepenuhan" ini? Yohanes menyebutnya sebagai kemuliaan Bapa, "penuh kasih karunia dan kebenaran" ( Yoh. 1: 14).

Namun, berdasarkan ayat ini, "kepenuhan" tersebut mencakup banyak hal. Itu mencakup kekekalan dan keberadaan diri Allah, serta kuasa-Nya untuk mencipta dan kembali menciptakan. Yang paling penting, hal itu menegaskan hikmat-Nya dalam mengalahkan dosa dan kematian melalui cara yang paling tak terbayangkan yaitu salib. Dengan demikian, Ia mengubah hal yang paling hina itu menjadi kesaksian tentang kasih-Nya yang kekal bagi setiap makhluk ciptaan. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" ( Yoh. 3: 16).

Satu-satunya cara agar dosa benar-benar dapat dikalahkan untuk selama-lamanya, dan segala sesuatu yang dapat diperdamaikan, dapat diperdamaikan, dirangkum dalam satu kebenaran yang mulia ini: Allah mengasihi-la mengasihi alam semesta, dan Ia begitu mengasihi kita sehingga rela mengambil risiko terbesar untuk menyelamatkan kita melalui kematian Kristus di kayu salib. Kata Yunani untuk "dunia" adalah kosmos, yang dapat mencakup seluruh alam semesta. Paulus mengacu pada pertunjukan universal ini dalam konteks mengikuti Kristus: “kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia ( 1 Kor. 4: 9).

"Surga memandang Kristus yang tergantung di salib dengan perasaan sedih dan heran Oleh hidup dalam pemberontakan, Setan dan segala orang yang bersatu dengan dia menempatkan diri mereka dalam keadaan yang tidak serasi dengan Allah sehingga hadirat-Nya justru merupakan api yang menghanguskan bagi mereka. Kemuliaan dari Dia yang kasih adanya akan membinasakan mereka. Pada permulaan pertentangan yang besar itu, malaikat-malaikat tidak mengerti akan hal ini….

"Tetapi bukannya demikian bila pertentangan besar itu akan berakhir. Kemudian, setelah rencana penebusan diselesaikan, tabiat Allah dinyatakan kepada segala makhluk cerdas yang diciptakan-Nya. …

"Pada waktu itulah malaikat-malaikat bergembira ketika mereka memandang salib Juruselamat. Kristus sendiri mengerti benar-benar hasil pengorbanan yang diadakan di Golgota. Kepada segala perkara inilah Ia memandang ke depan ketika di atas salib la berseru, "Sudah selesai"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman, jilid 2, hlm. 412-418.