Gambar Allah yang Tidak Kelihatan
Ketika kita melihat pada sebuah cermin atau foto, kita melihat gambar diri kita sendiri, tetapi itu hanyalah gambar dua dimensi yang datar. Dalam beberapa aspek, sebuah patung memberikan gambaran yang lebih jelas, namun tetap jauh dari realitas yang hidup, bernapas, dan bergerak. Konsep Alkitab mengenai gambar, meskipun terkadang merujuk pada representasi yang lebih sederhana, menunjukkan sesuatu yang lebih luas lagi.
Manusia diciptakan untuk menyerupai Allah sejauh yang memungkinkansecara fisik, rohani, relasional, dan fungsional. Namun, semua itu hanya mencerminkan gambar Allah dalam aspek-aspek tertentu, dan dosa telah merusaknya. Tetapi, Yesus memampukan kita untuk "melihat" Allah yang tidak kelihatan. "Barangsiapa telah melihat Aku," kata Yesus, "ia telah melihat Bapa" ( Yoh. 14: 9). Ia adalah "gambaran wujud" Allah ( Ibr. 1: 3). Ia adalah pikiran Allah yang dapat didengar dan karakter Allah yang dapat dilihat.
Perhatikan cara lain Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan Allah Bapa: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga" ( Yoh. 5:17).
"Aku dan Bapa adalah satu" ( Yoh. 10: 30).
"Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" ( Yoh. 14: 6).
Yesus juga berulang kali menggambarkan diri-Nya dalam arti mutlak sehubungan dengan nama Allah: "AKU ADALAH AKU" (lih. Kel. 3: 14); "Akulah roti hidup” ( Yoh. 6: 35); "Akulah terang dunia" ( Yoh. 8: 12); “Akulah gembala yang baik" ( Yoh. 10: 11, 14); “Akulah kebangkitan dan hidup” ( Yoh. 11: 25); "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" ( Yoh. 14: 11); serta "sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" ( Yoh. 8: 58).