Pekabaran untuk Laodikia
Sepanjang sejarah umat Allah dari zaman ke zaman, permasalahan yang sama terus terjadi berulang-ulang. Para nabi menegur Israel karena mereka ingin beribadah seperti dunia dan mendesak mereka untuk bertobat sebelum terlambat. Yesaya bahkan meratapi, "kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal!" ( Yes. 1: 21) dan mendesak bangsa itu agar kembali kepada Allah guna menerima pengampunan dan penyucian ( Yes. 1: 16-20). Baik Yohanes Pembaptis ( Mat. 3: 2, 8-10) maupun Yesus ( Mat. 4: 17; Mat. 12: 33-37) menyerukan bangsa Israel untuk bertobat dan menghasilkan buah yang akan tahan dalam penghakiman pada akhir zaman. Para rasul juga membawa pekabaran yang sama ( Kis. 2: 38; Kis. 3: 19; Kis. 17: 30; 2 Kor. 7: 9, 10).
Allah akan menyatukan surga dan bumi. Namun, karena pertentangan besar yang terjadi, hal itu harus dilakukan secara bertahap:
Di Kalvari, Iblis kehilangan segala rasa simpati yang mungkin masih ada di antara makhluk surgawi ( Yoh. 12: 31).
Melalui pelayanan penghakiman Kristus di Bait Suci surgawi, Allah "memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya" ( Ibr. 13: 21) sehingga layak ke surga.
Melalui penghakiman selama seribu tahun dan penghakiman terakhir setelah milenium, semua pertanyaan yang tersisa akan dituntaskan selamanya, dosa serta orang-orang berdosa yang tidak bertobat dibinasakan dalam lautan api kekal, yang juga membersihkan bumi ( Why. 21: 8).
Hanya dengan berakhirnya dosa, surga dan bumi akhirnya dapat dipersatukan ( Why. 21: 3).