Pendalaman
"Iman Kaleb sekarang ini tetap sama seperti pada waktu kesaksiannya melawan laporan buruk dari mata-mata yang lainnya. Ia telah mempercayai janji Allah bahwa ia akan membawa bangsanya mewarisi Kanaan, dan di dalam hal ini ia telah menuruti Allah dengan sempurna. Bersama dengan bangsanya ia telah bertahan dalam pengembaraan yang lama di Padang belantara, dengan demikian ia telah turut merasakan kekecewaan dan beban orang yang bersalah; namun demikian ia tidak bersungut-sungut untuk hal ini, tetapi meninggikan rahmat Allah yang telah memeliharakan hidupnya di padang belantara pada waktu saudara-saudaranya dibunuh. Di tengah-tengah segala kesukaran, mara bahaya dan kesulitan dalam perjalanan di padang belantara, selama masa peperangan semenjak memasuki Kanaan, Tuhan telah memeliharakan hidupnya; dan sekarang dalam usia lebih dari delapan puluh tahun semangat keberaniannya tidak berkurang. Ia tidak meminta bagi dirinya satu negeri yang sudah ditaklukkan, tetapi tempat yang lebih daripada yang lainnya dianggap oleh para mata-mata itu mustahil untuk dikalahkan. Oleh pertolongan Tuhan ia mau merebut benteng ini dari raksasa-raksasa yang kekuatannya telah menggoyahkan iman bangsa Israel. Bukanlah keinginan untuk kehormatan atau kesombongan yang telah mendorong permohonan Kaleb. Serdadu tua yang berani ini ingin memberikan kepada orang banyak satu teladan yang akan menghormati Allah, dan memberikan semangat kepada suku-suku bangsa itu untuk menaklukkan seluruhnya negeri yang oleh leluhur mereka dinyatakan tidak dapat ditaklukkan”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 121.
"Iman Kaleb kepada Allahlah yang memberinya keberanian, yang menjauhkannya dari rasa takut kepada manusia, dan memampukannya untuk berdiri dengan berani dan tidak gentar dalam membela yang benar. Melalui ketergantungan pada kekuatan yang sama, Jenderal perkasa dari bala tentara surga, setiap prajurit salib yang sejati dapat menerima kekuatan dan keberanian untuk mengatasi rintangan-rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi"-Ellen G. White, The Advent Review and Sabbath Herald, 30 Mei 1912.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: