Beri Aku Daerah Perbukitan Ini
Kaleb tidak pernah melupakan janji yang diberikan Tuhan kepadanya melalui Musa: bahwa ia akan memasuki negeri yang telah diinjak kakinya ( Bil. 14: 24). Empat puluh tahun kemudian, ia merujuk pada laporannya sendiri tentang negeri itu dengan kata “seperti yang ada di dalam hatiku" ( Yos. 14: 7, NKJV). Laporannya didasarkan pada keyakinannya bahwa, dengan bimbingan dan pertolongan Tuhan, Israel akan dapat menaklukkan negeri itu.
Berbeda dengan laporan dari sepuluh pengintai lainnya, yang menimbulkan rasa takut di antara orang Israel, Kaleb menunjukkan kepercayaan dan komitmen yang sepenuh hati terhadap janji Tuhan. Frasa Ibrani, yang secara harfiah berarti "Aku penuh mengikut TUHAN" ( Yos. 14: 8), mungkin merupakan bentuk singkat dari ungkapan yang lebih panjang: "Hatiku sepenuhnya mengikut TUHAN,” atau "Aku memenuhi hatiku untuk berjalan di belakang/mengikuti TUHAN.” Berbeda dengan orang lain yang berjalan mengikuti ilah-ilah asing dan yang tidak mengikuti Tuhan sepenuhnya, hati Kaleb sepenuhnya didedikasikan kepada Tuhan.
Ungkapan yang sama kemudian diulang dua kali, menekankan kesetiaan Kaleb ( Yos. 14: 9, 14). Karakternya selaras dengan apa yang Tuhan sendiri sebut sebagai "roh yang berbeda” ( Bil. 14: 24, NKJV) yang membedakan Kaleb dengan kesepuluh pengintai lainnya. Bahkan pada usia 85 tahun, dia terus menjadi teladan tentang apa yang dapat Tuhan capai melalui orang-orang yang hatinya sepenuhnya didedikasikan untuk Dia dan tujuan-Nya.
Kaleb memahami bahwa wilayah yang akan dimiliki oleh setiap suku pada akhirnya berbanding lurus dengan sejauh mana mereka berani mengklaim janji-janji Tuhan dan seberapa banyak tanah yang bersedia mereka injak dengan iman. Janji-janji Tuhan tidak dapat dipenuhi dengan sendirinya, dalam arti bahwa janji-janji itu akan menjadi kenyataan walau berlawanan dengan kehendak kita. Sebaliknya, janji-janji itu membutuhkan iman yang disertai dengan tindakan yang tegas. Istilah Ibrani ‘ulay, “mungkin" ( Yos. 14: 12), dapat mengekspresikan rasa takut dan keraguan, tetapi biasanya kata ini menunjukkan pengharapan dan antisipasi bahwa sesuatu yang positif akan terjadi ( Kej. 16: 2; Bil. 22: 6, 11; Bil. 23: 3).