Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Berkat dan Kutuk," dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 105-109.
"Sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan oleh Musa, satu tugu yang terbuat dari batu-batu besar telah didirikan di atas bukit Ebal. Di atas batu-batu ini, yang sebelumnya telah dilapisi oleh kapur, hukum itu telah dituliskan bukan hanya hukum yang telah diucapkan dari atas Sinai dan yang telah diukirkan pada dua loh batu. tetapi juga hukum-hukum yang telah disampaikan kepada Musa, dan olehnya telah dituliskan di dalam sebuah buku. Di samping tugu ini juga didirikan sebuah mezbah yang dibuat dari satu batu yang tidak dipahat, yang di atasnya korban-korban dipersembahkan kepada Tuhan. Kenyataan bahwa mezbah itu telah didirikan di atas bukit Ebal, bukit di atas mana kutuk itu ditempatkan, mengandung arti, bahwa oleh sebab pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap hukum Allah, Israel telah menerima murka Allah dengan adil, dan bahwa hukuman itu akan segera dijatuhkan, jikalau bukan karena penebusan Kristus, telah digambarkan oleh mezbah korban itu”— Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 106.
"Tetapi upacara Perjamuan Kudus jangan hendaknya menjadi suatu saat berdukacita. Ini bukanlah maksudnya. Ketika murid-murid Tuhan berkumpul di sekeliling meja-Nya, tidak seharusnya mereka mengingat dan meratapi kekurangan mereka. Tidak seharusnya mereka merenungkan pengalaman rohani mereka yang lampau, apakah pengalaman itu menggembirakan atau menyedihkan. Tidak seharusnya mereka mengingat perbedaan paham antara mereka dan saudara-saudara mereka. Upacara persiapan telah meliputi segala perkara ini. Pemeriksaan diri sendiri, pengakuan dosa, pemberesan perbedaan paham, semuanya sudah dilakukan. Sekarang mereka datang untuk berjumpa dengan Kristus. Tidak seharusnya mereka berdiri dalam bayang salib, melainkan dalam terangnya yang menyelamatkan. Mereka harus membuka jiwa kepada sinar terang dari Matahari Kebenaran"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 301.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: