Perjanjian Lebih Dahulu
Setelah penjelajahan negeri itu, laporan yang menggembirakan dari para mata-mata, dan penyeberangan Sungai Yordan yang ajaib, kita akan mengharapkan keterlibatan langsung dengan musuh. Namun, ada hal yang lebih penting daripada penaklukan militer: Perjanjian Israel dengan Allah.
Sebelum generasi baru dapat mengambil negeri itu, mereka harus sepenuhnya menyadari hubungan khusus mereka dengan Pemilik negeri itu. Pembaruan tanda perjanjian datang sebagai respons terhadap tindakan Allah yang penuh kasih karunia dan mukjizat dalam membawa Israel menyeberangi Sungai Yordan dengan selamat.
Perjanjian kita dengan Allah harus selalu menjadi jawaban syukur atas apa yang telah Dia capai bagi kita, bukan suatu tindakan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara memenuhi tuntutan-Nya secara legalistik. (Konsep yang sama, tidak diragukan lagi, sangat penting dalam pergumulan Paulus dengan orang-orang yang bersikeras bahwa orang yang baru bertobat dari agama lain harus disunat, seperti yang terlihat dengan jelas dalam suratnya kepada jemaat di Galatia).
Israel berada di ambang kampanye militer terbesar dalam sejarahnya, dan kita bisa menduga bahwa seluruh pasukan akan sibuk dengan persiapan perang. Memang benar, tetapi tidak dalam pengertian konvensional. Gantinya menyiapkan kuda dan mengasah pedang, mereka justru terlibat dalam sebuah ritual yang membuat sebagian besar pasukan tempur menjadi rentan selama setidaknya tiga hari.
Mereka melakukan hal ini untuk merayakan hubungan mereka dengan Tuhan yang telah membebaskan mereka dari Mesir. Mengapa? Karena mereka menyadari bahwa pertempuran itu adalah milik Tuhan. Dialah yang memberi mereka kemenangan dan kesuksesan. Yesus merumuskan prinsip yang sama dengan kata-kata yang sedikit berbeda: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" ( Mat. 6: 33). Sering kali, kehidupan sehari-hari tampaknya menekan kita dengan urgensi dari begitu banyak hal penting sehingga kita lupa untuk memprioritaskan hal yang paling penting dalam hidup kita: pembaruan komitmen kita kepada Kristus setiap hari.