Jadilah Kuat!
Tugas yang ada di hadapan Yosua tampaknya melibatkan tantangan yang luar biasa. Tembok kota-kota di Kanaan tampak tidak dapat ditembus, dan penduduk negeri itu terlatih untuk berperang. Sebaliknya, bangsa Israel, pengembara sederhana, bahkan tidak memiliki mesin perang yang paling primitif sekalipun untuk menghadapi tembok-tembok yang dibentengi. Sejarah mencatat bahwa bahkan Mesir, negara adidaya pada masa itu, tidak mampu berpijak dengan kokoh di Kanaan.
Namun, panggilan untuk menjadi kuat dan berani di sini tidak hanya berkaitan dengan semangat tempur atau strategi perang. Keberanian dan kekuatan diperlukan untuk tetap setia kepada Taurat dan petunjuk khususnya, yang mendasari perjanjian Israel dengan Yahwe.
Saat ini, dalam memenuhi misi yang dipercayakan Kristus kepada mereka, umat Kristen menghadapi tantangan yang serupa dengan tantangan Yosua; yaitu, mereka harus berperang melawan kecenderungan dosa mereka sendiri, melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa dan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, dan melawan kuasa kejahatan. Seperti Yosua, mereka juga memiliki janji penyertaan Kristus yang pasti: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" ( Mat. 28: 20). Sebagaimana penyertaan Tuhan cukup untuk mengusir ketakutan Yosua, demikian juga seharusnya cukup untuk membuang keraguan dan kecemasan kita saat ini.
Tantangan bagi kita adalah agar mengenal Tuhan dengan baik sehingga kita dapat memercayai Dia dan janji-janji-Nya kepada kita. Dan. itulah sebabnya, lebih dari apa pun, kita membutuhkan hubungan pribadi dengan-Nya.