Seberangi! Rebut! Bagi-Bagi! Layani!
Pasal pertama dari kitab Yosua berfungsi sebagai pengantar untuk keseluruhan kitab ini. Terdiri dari empat pidato yang berhubungan dengan empat bagian utama kitab ini: menyeberang ( Yos. 1: 2-9); menaklukkan ( Yos. 1: 10, 11); membagi-bagi tanah ( Yos. 1: 12-15); dan melayani dengan setia kepada hukum ( Yos. 1: 16-18).
Kitab Yosua dapat dilihat sebagai serangkaian inisiatif Ilahi. Dalam setiap inisiatif, Allah memberikan tugas khusus kepada Yosua yang berkaitan dengan penaklukan Kanaan, dan setiap tugas tersebut diakui kemudian dalam kitab ini setelah berhasil diselesaikan.
Pada akhirnya, janji-janji Allah mengenai pendudukan tanah itu akan digenapi. Sejak saat itu, tanggung jawab untuk menjaga tanah itu berada di tangan bangsa Israel dan hanya dapat dicapai dengan iman yang benar dan ketaatan yang selalu muncul dari iman tersebut.
Inisiatif Allah, yang dinyatakan dengan tiga kata kerja-"seberangi," "rebut," dan "bagi-bagi" mendapat jawaban yang tepat dalam ketaatan umat-Nya, yang berasal dari inisiatif terakhir: pelayanan.
Sekali lagi, kitab Yosua memiliki empat bagian utama, masing-masing dicirikan oleh konsep spesifik yang diungkapkan melalui kehadiran kata Ibrani yang mendominasi:
Seberangi ( Yos. 1: 1-5: 12)
Rebut ( Yos. 5: 13-12: 24)
Bagi-bagi ( Yos. 13: 1-21:45)
Layani dengan setia ( Yos. 22: 1-24: 33).
Dengan demikian, struktur kitab itu sendiri menyampaikan pesan utamanya: Inisiatif-inisiatif Allah tidak tercapai secara otomatis. Sebaliknya, inisiatif-inisiatif itu membutuhkan respons yang setia dari umat-Nya. Artinya, dengan segala sesuatu yang telah dilakukan Allah bagi kita termasuk segala sesuatu yang telah Dia lakukan bagi kita yang tidak dapat kita lakukan untuk diri kita sendiri-kita kemudian dipanggil untuk melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk diri kita sendiri, yaitu menaati apa yang diperintahkan Allah kepada kita. Inilah yang selalu terjadi di sepanjang sejarah suci, dan tetap demikian hingga saat ini. Sebagai contoh, penggambaran umat Allah di akhir zaman dalam Wahyu 14: 12 menyampaikan ide yang sama: beriman kepada apa yang telah dilakukan Allah untuk kita, yang menuntun pada ketaatan.