Musa yang Baru
Meskipun Musa telah wafat dan pemimpin baru, Yosua, telah ditunjuk oleh Tuhan, ada kesamaan di antara keduanya. Keduanya telah diberitahukan oleh Tuhan bahwa mereka akan memimpin umat-Nya ke tanah yang dijanjikan kepada nenek moyang mereka. Seperti yang dikatakan Tuhan kepada Yosua: "Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa" ( Yos. 1: 3). Yosua akan menyelesaikan pekerjaan yang semula diberikan kepada Musa. Dia benar-benar menjadi Musa yang baru.
Pada tahap ini, janji bahwa Allah akan "membangkitkan" seorang nabi yang serupa dengan Musa ( Ul. 18: 15) hanyalah suatu kemungkinan, bukan suatu kenyataan yang sudah terjadi. Kata-kata pembuka kitab Yosua mengingatkan pembaca akan janji ini dan, pada saat yang sama, menciptakan harapan untuk melihat janji itu digenapi.
Meskipun sudah wafat, Musa masih mendominasi pasal pertama. Namanya disebut sepuluh kali, sedangkan Yosua hanya empat kali. Musa disebut sebagai "hamba TUHAN", sementara Yosua disebut sebagai "abdi Musa" ( Yos. 1: 1). Diperlukan pelayanan dan ketaatan yang setia seumur hidup bagi Yosua untuk menerima gelar "hamba TUHAN" ( Yos. 24: 29).
Sekalipun pasal pertama Yosua menggambarkan transisi antara dua pemimpin besar Israel, karakter yang paling penting adalah Tuhan sendiri, yang firman-Nya membuka kitab ini dan yang bimbingan-Nya mendominasi kitab ini. Tidak ada pertanyaan mengenai siapa pemimpin Israel yang sebenarnya.