Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Laknat atas Mesir," dalam buku Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 298–317.
"Umat-Nya diizinkan untuk mengalami penindasan yang kejam dari orang Mesir agar mereka jangan tertipu oleh pengaruh-pengaruh penyembahan berhala yang keji itu. Di dalam perlakuan-Nya terhadap Firaun, Tuhan menyatakan kebencian-Nya terhadap penyembahan berhala, dan juga sikap-Nya untuk menghukum orang-orang yang menindas serta menjajah. Dalam hal ini bukanlah berarti bahwa ada kuasa gaib yang dipakai untuk mengeraskan hati raja. Allah telah memberikan kepada Firaun bukti yang paling nyata tentang kuasa Ilahi, tetapi raja itu dengan hati yang keras menolak untuk memberikan perhatian terhadap terang itu. setiap pernyataan kuasa Ilahi yang ditolak olehnya menjadikan dirinya lebih nekat di dalam pemberontakannya. Benih-benih pemberontakan yang ditaburkannya pada waktu ia menolak mukjizat yang pertama kini akibat-akibatnya harus dituai" - Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 311.
"Matahari dan bulan adalah benda-benda yang disembah oleh orang Mesir; di dalam kegelapan yang ganjil ini orang banyak bersama-sama dengan dewa mereka telah ditimpa oleh kuasa yang telah membela nasib budak-budak itu. Tetapi bagaimanapun menakutkannya kegelapan itu, penghukuman itu merupakan satu bukti tentang belas kasihan Allah serta rasa enggan-Nya untuk membinasakan mereka. Ia mau memberikan kepada mereka suatu kesempatan untuk berpikir-pikir dan bertobat sebelum menjatuhkan ke atas diri mereka kutuk terakhir yang paling dahsyat" - Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 316, 317.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: