Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-03 Pelajaran 4 19 Jul 2025 - 25 Jul 2025

Tulah-Tulah

Ayat Hafalan

"Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi-seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa" (Keluaran 9: 35)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 7: 8–10: 29; Bil. 33: 4; Rm. 1: 24-32; Mzm. 104: 27, 28; Yes. 28: 2, 12-17; Yes. 44: 9, 10, 12-17

Jumat (Hari #7) 25 July 2025

Pendalaman

Bacalah tulisan Ellen G. White, "Laknat atas Mesir," dalam buku Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 298–317.

"Umat-Nya diizinkan untuk mengalami penindasan yang kejam dari orang Mesir agar mereka jangan tertipu oleh pengaruh-pengaruh penyembahan berhala yang keji itu. Di dalam perlakuan-Nya terhadap Firaun, Tuhan menyatakan kebencian-Nya terhadap penyembahan berhala, dan juga sikap-Nya untuk menghukum orang-orang yang menindas serta menjajah. Dalam hal ini bukanlah berarti bahwa ada kuasa gaib yang dipakai untuk mengeraskan hati raja. Allah telah memberikan kepada Firaun bukti yang paling nyata tentang kuasa Ilahi, tetapi raja itu dengan hati yang keras menolak untuk memberikan perhatian terhadap terang itu. setiap pernyataan kuasa Ilahi yang ditolak olehnya menjadikan dirinya lebih nekat di dalam pemberontakannya. Benih-benih pemberontakan yang ditaburkannya pada waktu ia menolak mukjizat yang pertama kini akibat-akibatnya harus dituai" - Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 311.

"Matahari dan bulan adalah benda-benda yang disembah oleh orang Mesir; di dalam kegelapan yang ganjil ini orang banyak bersama-sama dengan dewa mereka telah ditimpa oleh kuasa yang telah membela nasib budak-budak itu. Tetapi bagaimanapun menakutkannya kegelapan itu, penghukuman itu merupakan satu bukti tentang belas kasihan Allah serta rasa enggan-Nya untuk membinasakan mereka. Ia mau memberikan kepada mereka suatu kesempatan untuk berpikir-pikir dan bertobat sebelum menjatuhkan ke atas diri mereka kutuk terakhir yang paling dahsyat" - Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 316, 317.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

Pertanyaan Diskusi:
1. Lebih banyak membahas pertanyaan mengapa Firaun membiarkan dirinya menjadi begitu keras kepala, dalam menghadapi pilihan yang seharusnya sudah jelas dan benar-Biarkan bangsa itu pergi!-dia tetap menolak. Bagaimanakah mungkin seseorang bisa begitu menipu dirinya sendiri? Peringatan apakah yang dapat kita ambil dari hal ini untuk diri kita sendiri tentang bagaimana kita dapat menjadi begitu dikeraskan dalam dosa sehingga kita membuat keputusan yang benar-benar menghancurkan, padahal keputusan yang benar dan jalan yang benar sudah ada di hadapan kita sejak awal? Siapa sajakah tokoh-tokoh Alkitab yang pernah melakukan kesalahan yang sama? Pikirkan, contohnya, tentang Yudas.
Pertanyaan Diskusi:
2. Pada suatu ketika, di tengah-tengah kehancuran yang ditimbulkan oleh Firaun terhadap tanah dan bangsanya sendiri, ia menyatakan, "Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah” ( Kel. 9: 27). Meskipun merupakan pengakuan dosa yang luar biasa pada saat itu, bagaimanakah kita tahu bahwa itu bukan pengakuan dosa yang tulus?