Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-03 Pelajaran 4 19 Jul 2025 - 25 Jul 2025

Tulah-Tulah

Ayat Hafalan

"Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi-seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa" (Keluaran 9: 35)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 7: 8–10: 29; Bil. 33: 4; Rm. 1: 24-32; Mzm. 104: 27, 28; Yes. 28: 2, 12-17; Yes. 44: 9, 10, 12-17

Minggu (Hari #2) 20 July 2025

Allah vs Dewa-Dewa

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Keluaran 7: 8-15. Pelajaran apakah yang terdapat dalam pertentangan pertama antara Allah orang Ibrani dan dewa-dewa Mesir ini?

Pertempuran yang akan datang akan terjadi antara Allah yang hidup dan "dewa-dewa" Mesir. Yang memperburuk keadaan adalah Firaun menganggap dirinya sebagai salah satu dari dewa-dewa itu. Tuhan tidak berperang melawan orang Mesir, atau bahkan Mesir itu sendiri, tetapi melawan dewa-dewi mereka (orang Mesir menyembah lebih dari 1.500 dewa dan dewi). Teks Alkitab bersifat gamblang: "Kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN” ( Kel. 12: 12). Kemudian, sekali lagi ditekankan, kali ini ketika perjalanan Israel dari Mesir diceritakan: "TUHAN telah menjatuhkan hukuman-hukuman kepada para allah mereka" ( Bil. 33: 4).

Contoh penghakiman atas dewa-dewa mereka ditunjukkan dengan baik oleh mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular ( Kel. 7: 9-12). Di Mesir, dewi Uraeus, Wadjet, dilambangkan dengan seekor ular kobra dan mewakili kekuasaan atas Mesir Hilir. Simbol ular kobra muncul di mahkota Firaun, sebuah tanda kekuasaan, dewa, kebangsawanan, dan otoritas Ilahi karena dewi ini akan memuntahkan bisa pada musuh-musuhnya. Orang Mesir juga percaya bahwa ular suci akan membimbing Firaun ke akhiratnya.

Ketika tongkat Harun menjadi ular dan memakan semua ular lainnya di hadapan raja, keunggulan Allah yang hidup atas sihir dan ilmu sihir Mesir dinyatakan. Lambang keperkasaan Firaun tidak hanya ditaklukkan, tetapi Harun dan Musa mencengkeramnya di tangan mereka ( Kel. 7: 12, 15). Konfrontasi awal ini menunjukkan kuasa dan ketuhanan Allah atas Mesir. Musa, sebagai wakil Allah, memiliki otoritas dan kuasa yang lebih besar daripada "tuhan" Firaun sendiri.

Juga penting bahwa orang Mesir kuno menganggap dewa ular, Nehebkau ("dia yang memanfaatkan roh"), sebagai dewa yang sakral, dipuja, dan disembah. Menurut mitologi mereka, dewa ular ini memiliki kekuatan yang besar karena ia menelan tujuh ekor ular kobra. Dengan demikian, Allah menyampaikan kepada bangsa Mesir bahwa dia, bukan dewa ular, yang memiliki kuasa dan otoritas yang berkuasa. Setelah konfrontasi yang begitu dahsyat, mereka dapat memahami pesan ini dengan segera dan jelas.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah kita dapat mengizinkan Tuhan memiliki kedaulatan atas "ilah-ilah" yang berusaha untuk berkuasa dalam hidup kita?