Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 7 10 May 2025 - 16 May 2025

Dasar-Dasar Pengorbanan

Ayat Hafalan

"Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: 'lni aku, utuslah aku!" (Yesaya 6: 8)."

Bacaan Pekan Ini: Yes. 6: 6- 8; Kej. 3:21-24; Yeh. 1: 4- 14; Why. 4: 1-11; Bil. 2: 3- 25; Yes. 14: 12- 14.

Minggu (Hari #2) 11 May 2025

Ini Aku, Utuslah Aku

Bertahun-tahun yang lalu, sebuah gereja memutuskan untuk merenovasi ruang bawah tanah yang sudah ketinggalan zaman untuk membuat aula persekutuan yang baru. Salah satu hal pertama yang mereka lakukan adalah memasang lampu-lampu baru, percaya bahwa itu akan membuat ruangan tampak lebih indah. Namun, begitu dipasang, ruangnya tampak lebih buruk, karena cahaya terang memiliki cara untuk mengungkapkan kekurangan.

Penglihatan Yesaya yang menakjubkan tentang takhta Allah membuatnya sangat menyadari kekurangannya. "Celakalah aku," keluhnya, "aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam" ( Yes. 6: 5). Kita akan merasakan hal yang sama jika kita tiba-tiba diantar ke hadirat Tuhan. Cahayanya cukup terang untuk menghilangkan semua alasan kita. Di hadapan Tuhan, kita merasakan bahwa kita tersesat. Yesaya mendapat kejutan seumur hidup.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Yesaya 6: 6-8. Yesaya tahu bahwa dosa berarti bahwa kita "binasa. " Upah dosa adalah kematian. Tetapi gantinya meninggalkan kita pada konsekuensi dari dosa, Tuhan yang penuh kasih menarik kita lebih dekat. Apakah hasil dari pertemuan ini, dan mengapa itu penting?

Yesaya dibersihkan dari dosanya ketika satu serafim mengambil bara dari mezbah dan menyentuh mulutnya dengan bara itu. Ini kemungkinan besar adalah mezbah dupa, di mana doa syafaat dibuat oleh dan untuk umat Tuhan (lihat Why. 8: 3, 4). Dosa-dosanya diampuni, dan dia sekarang dianggap layak untuk berdiri di hadirat Tuhan-tetapi lebih dari itu, dia juga ditugaskan untuk mewakili Tuhan kepada dunia.

Cukup menarik, kata "seraph" berarti "yang terbakar." Perhatikan gambaran Yesus tentang pelayanan Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 5: 35- "Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu." Meskipun, tentu saja, Yohanes sendiri adalah orang berdosa yang membutuhkan kasih karunia dan keselamatan, pelayanannya menunjuk pada Satu-satunya yang dapat membawa kasih karunia dan keselamatan.

Yesus datang sebagai representasi sempurna dari kemuliaan Bapa-dan Tuhan mengutus seorang nabi, seorang berdosa, yang melakukan tugas serupa sebagai salah satu serafim surga.

Pertanyaan Diskusi:
Hanya setelah Yesaya mengetahui bahwa dosanya telah dibersihkan, barulah dia berkata, "Ini aku, utuslah aku". Bagaimanakah masing-masing kita dapat, dosa-dosa kita yang dibersihkan oleh darah Yesus, menanggapi seperti yang dilakukan Yesaya di sini?