Perintah Paling Pertama
Taman Eden adalah ruang kelas bagi umat pertama Tuhan, satu tempat di mana interaksi mereka dengan ciptaan akan terus-menerus mengajari mereka dan keturunan mereka lebih banyak tentang Sang Pencipta. "Pasangan yang suci itu bukan saja merupakan anak-anak yang ada di bawah pemeliharaan Allah," kata Ellen G. White, "tetapi juga merupakan pelajar-pelajar yang menerima petunjuk-petunjuk dari Khalik yang Mahabijaksana….Rahasia-rahasia alam semesta yang kelihatan itu--"tentang keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu" ( Ayub 37: 16)- memberikan kepada mereka satu sumber kesukaan serta pelajaran yang tidak pernah habis"--Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 44.
Penggunaan pertama dari kata kerja dasar tswh, "memberi perintah," yang Tuhan berikan kepada manusia ada dalam Kejadian 2: 16, perintah untuk tidak makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Bagaimana beberapa pengetahuan bisa dilarang? Bukankah selalu berguna untuk mengalami dan mengetahui lebih banyak?
Tidak menurut Kitab Suci: Tuhan bermaksud mendidik umat-Nya secara menyeluruh sambil menyelamatkan mereka dari penderitaan jangka panjang yang beberapa pengetahuan sebabkan, seperti apa yang kemudian akan terjadi ketika orang memilih untuk memerintah diri mereka sendiri daripada dipimpin oleh Tuhan Sendiri.
Ribuan tahun kemudian, ketika Israel meminta seorang raja, Tuhan menetapkan konsekuensinya (seperti yang kita temukan pekan lalu), dan Dia memberi tahu umat-Nya bahwa keputusan untuk menjauh dari pemerintahan-Nya secara langsung akan terjadi hingga akhir zaman.
Ketika raja-raja Israel menjadi semakin jahat, umat perjanjian Tuhan menjadi begitu duniawi, dan begitu jauh dari tujuan mereka, sehingga Dia memberi mereka lebih banyak lagi dari apa yang mereka inginkan: pemerintahan manusia.
Mempelajari kitab Daniel dengan latar belakang ini dapat memberikan pencerahan: tidak hanya rangkaian kerajaan yang digambarkan dalam penglihatan kitab itu merupakan dakwaan terhadap "bangsa-bangsa"-kafir--tetapi juga merupakan dakwaan atas kegagalan Israel, penolakan mereka untuk mengikuti mitswot (perintah-Nya). Ketundukan selama berabad-abad, bukannya kebebasan yang pertama kali diberikan di Eden, menjadi ruang kelas baru di mana hati yang rela dapat menyaksikan perbedaan mencolok antara kerajaan dunia ini dan kerajaan Tuhan.