Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 2 05 Apr 2025 - 11 Apr 2025

Fondasi Kejadian

Ayat Hafalan

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)."

Bacaan Pekan Ini: Yes. 40:7, 8; Kej. 22:1–13; Yoh. 3:16; Why. 5:5–10; 1 Kor. 15:15–19; Why. 12:1–9.

Jumat (Hari #7) 11 April 2025

Pendalaman

Bacalah tulisan Ellen G. White, "Wahyu", hlm. 487-499 dalam Alfa dan Omega, jld. 7.

Banyak agama dunia hanya berurusan dengan gagasan-gagasan; sebaliknya, gagasan-gagasan yang ditemukan dalam agama Kristen tertanam kuat dalam peristiwa-peristiwa sejarah. Alkitab adalah kisah tentang Allah berinteraksi dengan umat manusia sepanjang sejarah, dan dengan mempelajari ribuan tahun dari interaksi-interaksi itu, kita dapat belajar banyak tentang karakter Tuhan yang konsisten.

Namun, kadang-kadang, orang Kristen mengeluh bahwa mereka bosan mendengar hal yang sama. Seringkali, ketika pekabaran nubuatan kita yang khas diberitakan di depan umum, kita berpikir bahwa kita telah mendengarnya dan tidak ada hal baru untuk dipelajari.

Fakta bahwa pekabaran kita tidak berubah dan konsisten, tidak berarti bahwa itu sederhana atau tidak menantang. Justru sebaliknya: ketika Anda mempelajari informasi yang disampaikan kepada kita dari pikiran Tuhan yang tak terbatas, Anda dengan cepat menemukan bahwa Anda tidak akan pernah mencapai akhir dari suatu pelajaran.

Salah satu alasan yang Ellen G. White identifikasi sebagai alasan untuk penulisan kitab Wahyu adalah untuk menjangkarkan gereja Kristen dalam pekabaran sejarahnya untuk segala zaman. "Beberapa dari pekerja-pekerja yang lebih muda [saat itu] … telah menjadi lelah karena kebenaran yang sering diulang-ulangi. Dalam keinginan mereka untuk sesuatu yang baru dan menarik hati, mereka mencoba mengusulkan doktrin yang baru"--Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 488, 489. Dalam pengertian ini, Wahyu bukan hanya sebuah kitab tentang masa depan; itu adalah juga sebuah kitab tentang masa lalu, yang dirancang untuk membuat kita tetap berakar pada keyakinan sejarah kita sehingga kita tidak disesatkan oleh keinginan untuk mencari keaslian.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

Pertanyaan Diskusi:
1. Kitab Suci tidak pernah gagal untuk menghasilkan informasi baru dan pemahaman baru. Bagaimanakah seseorang menyeimbangkan keinginan untuk mempelajari sesuatu yang baru dengan pentingnya tetap berjangkar pada kebenaran yang kepada kita telah diberikan?
Pertanyaan Diskusi:
2. Bagaimanakah seharusnya gereja merespons terhadap penafsiran baru tentang nubuatan? Meskipun kita tahu bahwa selalu ada lebih banyak yang harus dipelajari, bagaimana kita membedakan apakah terang baru itu penting atau hanya iseng saja, atau bahkan salah?
Pertanyaan Diskusi:
3. Dalam Perang Dunia II ketika seorang pelaut di Pasifik terbaring sekarat, dia berteriak kepada petugas medis, "Saya yatim piatu. Ketika saya mati, siapa yang akan mengingat saya?" Petugas medis menjawab, "Saya akan selalu mengingat Anda." Betapa pun berartinya kata-kata petugas medis itu, cepat atau lambat dia juga akan mati, dan begitu pula ingatan akan pelaut yatim piatu itu. Bagaimanakah cerita ini membantu kita menyadari kesia-siaan dan ketidakberartian seluruh hidup kita jika kematian, pada puncaknya, adalah akhir segalanya?