Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Wahyu", hlm. 487-499 dalam Alfa dan Omega, jld. 7.
Banyak agama dunia hanya berurusan dengan gagasan-gagasan; sebaliknya, gagasan-gagasan yang ditemukan dalam agama Kristen tertanam kuat dalam peristiwa-peristiwa sejarah. Alkitab adalah kisah tentang Allah berinteraksi dengan umat manusia sepanjang sejarah, dan dengan mempelajari ribuan tahun dari interaksi-interaksi itu, kita dapat belajar banyak tentang karakter Tuhan yang konsisten.
Namun, kadang-kadang, orang Kristen mengeluh bahwa mereka bosan mendengar hal yang sama. Seringkali, ketika pekabaran nubuatan kita yang khas diberitakan di depan umum, kita berpikir bahwa kita telah mendengarnya dan tidak ada hal baru untuk dipelajari.
Fakta bahwa pekabaran kita tidak berubah dan konsisten, tidak berarti bahwa itu sederhana atau tidak menantang. Justru sebaliknya: ketika Anda mempelajari informasi yang disampaikan kepada kita dari pikiran Tuhan yang tak terbatas, Anda dengan cepat menemukan bahwa Anda tidak akan pernah mencapai akhir dari suatu pelajaran.
Salah satu alasan yang Ellen G. White identifikasi sebagai alasan untuk penulisan kitab Wahyu adalah untuk menjangkarkan gereja Kristen dalam pekabaran sejarahnya untuk segala zaman. "Beberapa dari pekerja-pekerja yang lebih muda [saat itu] … telah menjadi lelah karena kebenaran yang sering diulang-ulangi. Dalam keinginan mereka untuk sesuatu yang baru dan menarik hati, mereka mencoba mengusulkan doktrin yang baru"--Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 488, 489. Dalam pengertian ini, Wahyu bukan hanya sebuah kitab tentang masa depan; itu adalah juga sebuah kitab tentang masa lalu, yang dirancang untuk membuat kita tetap berakar pada keyakinan sejarah kita sehingga kita tidak disesatkan oleh keinginan untuk mencari keaslian.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: