Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 2 05 Apr 2025 - 11 Apr 2025

Fondasi Kejadian

Ayat Hafalan

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)."

Bacaan Pekan Ini: Yes. 40:7, 8; Kej. 22:1–13; Yoh. 3:16; Why. 5:5–10; 1 Kor. 15:15–19; Why. 12:1–9.

Senin (Hari #3) 07 April 2025

Memahami Kasih Allah

Bagian dari mewarisi sifat berdosa berarti bahwa persepsi kita tentang alam semesta telah dinodai oleh kecenderungan kita sendiri terhadap keegoisan dan kesombongan. Kita melihat dunia dari sudut pandang kita sendiri yang terbatas, bukan dari sudut pandang Allah yang Mahatahu (tentunya). Mungkin tidak ada konsep yang telah lebih dimiringkan oleh ras manusia yang berdosa selain daripada konsep "kasih." Budaya populer cenderung mempromosikan pemahaman tentang kasih yang berpusat pada pemenuhan diri sendiri daripada orang lain. Pendekatan yang berpusat pada diri sendiri terhadap subjek ini membuat kita sulit untuk memahami bagaimana Tuhan memandang subjek tersebut.

Memahami sifat dari kasih adalah kunci yang penting untuk memahami nubuatan Alkitab. Salah satu tema kunci dalam pertentangan besar adalah adanya kesalahpahaman yang substansial tentang karakter Tuhan. Ellen G. White, mengakhiri ringkasannya tentang Pertentangan Besar dengan menulis: "Seluruh alam semesta sudah bersih. Suatu denyut keharmonisan dan kesukaan berdetak di seluruh alam kejadian. Dari Dia yang menciptakan semuanya, mengalir kehidupan dan terang dan kesukaan ke seluruh jagad raya yang tidak ada batasnya ini. Dari atom yang paling kecil sampai kepada dunia yang paling besar, segala sesuatu, yang bergerak atau yang tidak bergerak, dalam keindahan yang tak terselubung dan kesukaan yang sempurna menyatakan bahwa Allah itu kasih adanya"- Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 716.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Kejadian 22: 1-13. Penyebutan pertama tentang "kasih" dalam Alkitab ditemukan dalam Kejadian 22: 2. Apakah yang diajarkan kisah ini kepada kita tentang sifat dari kasih Allah?

Kadang-kadang, selain menemukan kemunculan pertama dari sebuah konsep dalam Alkitab, akan berguna untuk menemukan penyebutan pertama dari konsep yang sama di masing- masing buku dalam Alkitab- khususnya dalam Injil. Dalam Matius 3: 17, Markus 1: 11, Lukas 3: 22, dan Yohanes 3: 16 kita menemukan penyebutan pertama tentang "kasih" dalam masing-masing Injil.

Misalnya, penyebutan pertama tentang "kasih" dalam Yohanes ( Yoh. 3: 16) sangat mencerahkan: tampaknya menyinggung kisah Ishak di atas mazbah. Iman Abraham kepada Tuhan sedemikian rupa sehingga dia memercayai-Nya, memilih untuk yakin bahwa Tuhan dapat membangkitkan putranya jika dia melakukan pengorbanan itu ( Ibr. 11: 19). Itu menandakan kasih Tuhan bagi umat manusia. Dia mengasihi kita sampai pada titik di mana Dia "mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" (lihat Kej. 22: 2, 12, 16)- dan, kemudian, membangkitkan-Nya dari kematian. Dengan demikian, kita diberi wahyu tentang jenis cinta, kasih pengorbanan diri, yang Tuhan miliki untuk kita.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah kita bahkan mulai mewujudkan kepada orang lain jenis kasih pengorbanan diri yang Tuhan miliki untuk kita? Mengapa, bagi kebanyakan dari kita, kasih semacam ini belum tentu mendasar bagi kita?