Pendalaman
Pendalaman:Bacalah Ellen G. White, "The Power of Satan," dalam buku Testimonies for the Church, jld. 1, hlm. 341-347.
"Manusia yang jatuh adalah tawanan sah iblis. Misi Kristus adalah untuk menyelamatkan dia dari kuasa musuh besarnya. Manusia secara alami cenderung mengikuti saran-saran iblis, dan ia tidak dapat berhasil melawan musuh yang begitu mengerikan kecuali Kristus, Sang Penakluk yang perkasa, berdiam di dalam dirinya, membimbing keinginannya, dan memberinya kekuatan. Hanya Allah yang mampu membatasi kekuatan iblis. Iblis berjalan ke sana kemari di bumi, dan berkeliling di dalamnya. Dia tidak mengalihkan perhatiannya sedetikpun, karena takut kehilangan kesempatan untuk menghancurkan jiwa-jiwa. Penting bagi umat Allah untuk memahami hal ini, agar mereka dapat lolos dari jeratnya. Iblis sedang mempersiapkan penipuannya, agar dalam usahanya yang terakhir melawan umat Allah mereka tidak dapat mengenali bahwa dialah itu. 2 Korintus 11: 14: 'Hal itu tidak usah mengherankan, sebab iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.' Sementara beberapa jiwa yang tertipu menyatakan bahwa iblis tidak ada, dia menawan mereka, dan bekerja keras melalui mereka. Iblis mengetahui lebih baik daripada umat Allah mengenai kuasa yang dapat mereka miliki atas dirinya ketika kekuatan mereka ada di dalam Kristus. Ketika mereka dengan rendah hati memohon pertolongan kepada Sang Penakluk yang perkasa, orang yang paling lemah yang percaya pada kebenaran, dan dengan teguh bersandar pada Kristus, dapat berhasil mengusir iblis dan seluruh pasukannya. Dia terlalu licik untuk menunjukkan godaannya secara terbuka dan berani; karena pada saat itulah energi dari orang Kristen yang sedang mengantuk akan bangkit, dan dia akan bergantung pada Penyelamat yang kuat dan perkasa. Namun dia datang tanpa disadari, dan bekerja secara terselubung melalui anak-anak durhaka yang mengaku saleh"—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 1, hlm. 341.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: