Batasan dan Aturan
Pertentangan kosmis pada dasarnya adalah pertikaian mengenai karakter Allah, yang disebabkan oleh tuduhan fitnahan iblis terhadap kebaikan, keadilan, dan pemerintahanAllah. Ini adalah semacam tuntutan hukum perjanjian kosmis.
Konflik seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatan belaka, melainkan memerlukan demonstrasi.
Jika tuduhan serius diajukan terhadap seseorang yang berkuasa, cara terbaik (dan mungkin satu-satunya) untuk mengalahkan tuduhan tersebut adalah dengan melakukan penyelidikan yang bebas, adil, dan terbuka. Jika tuduhan tersebut mengancam seluruh pemerintahan (kasih), maka tuduhan tersebut tidak bisa disembunyikan begitu saja.
Apakah arti semua ini dalam memahami pertentangan kosmis dan kaitannya dengan masalah kejahatan? Jika Allah berjanji, apakah Dia akan mengingkarinya? Tentu saja tidak. Sejauh Allah menyetujui aturan main, tindakan-Nya di masa depan akan terbatas (secara moral). Dengan demikian, beberapa kejahatan mungkin terjadi dalam wilayah kerajaan kegelapan yang sementara.
Dalam kedua narasi ini, tampaknya ada batasan atau aturan main, yang secara dinamis terkait dengan hal-hal seperti iman dan doa. Di bagian lain kita melihat banyak bukti bahwa doa membawa perubahan di dunia ini, membuka jalan bagi tindakan ilahi yang mungkin tidak dapat dilakukan (secara moral). Namun, kita tidak boleh salah berpikir bahwa iman dan doa adalah satu-satunya faktor. Bisa jadi masih banyak faktor lain yang mungkin tidak kita sadari.
Hal ini sesuai dengan apa yang telah kita lihat sebelumnya tentang aturan main. Sejauh Allah membuat komitmen atau menyetujui beberapa aturan main, tindakan-Nya di masa depan akan terbatas (secara moral). Dengan demikian, beberapa kejahatan mungkin terjadi dalam wilayah kerajaan kegelapan yang sementara.