Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 5 24 Oct 2026 - 30 Oct 2026

Wahyu dan Inspirasi

Ayat Hafalan

"Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya" (Wahyu 1: 1, 2)."

Bacaan Pekan Ini: Ibr. 1: 1, 2; 2 Tim. 3: 15-17; 2 Pt: 1: 18-21; Kel. 17: 14; Why. 1: 19; Yeh. 4: 1-8.

Selasa (Hari #4) 27 October 2026

Pekabaran Lisan

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 2 Petrus 1: 18-21. Jaminan apakah yang kita miliki bahwa pekabaran lisan yang disampaikan oleh nabi-nabi Allah sama diilhaminya dan dapat diandalkannya dengan pekabaran tertulis?

Allah berbicara kepada Adain dan Hawa sebelum Kejatuhan ( Kej. 2: 16, 17) dan sesudahnya ( Kej. 3: 9-19). Dalam kedua kasus tersebut, mereka memahami firman-Nya dengan sempurna. Suara-Nya terdengar dalam istilah yang jelas juga di Sinai ( Kel. 20: 1-20), serta pada saat pembaptisan dan transfigurasi Yesus ( Mat. 3: 17; Mat. 17: 5).

Kita mungkin salah menafsirkan ketika orang lain berbicara kepada kita. kepada Musa: 'Akulah TUHAN"' ( Kel. 6: 1). Banyak penulis Alkitab mengakui mendengar suara Allah saat Ia berbicara kepada mereka. Hal ini terjadi, misal nya, pada Yesaya ( Yes. 8: 1, 11), Yeremia (Yer. 1: 4, 9, 11), dan Yehezkiel ( Yeh. 3: 16; Yeh. 6: 1). Segala upaya untuk menyangkal klaim-klaim ini dan yang serupa lainnya berakhir dengan mempertanyakan kejujuran para nabi dan keandalan Alkitab itu sendiri.

Sebagaimana Allah berbicara kepada para nabi dalam bahasa manusia yang dapat dimengerti, demikian pula para nabi berbicara kepada pendengar mereka masing-masing. Sebagai contoh, Nuh adalah nabi Allah yang benar dan "pemberita kebenaran" yang setia ( 2 Ptr. 2: 5). Ia tidak menulis bagian apa pun dari Alkitab, tetapi ia menyampaikan pekabaran Allah secara lisan kepada orang-orang sezamannya, dan pekabarannya tidak kalah diilhaminya dibandingkan tulisan-tulisan nabi-nabi kanonik. Beberapa nabi lain, termasuk Natan, Elia, Elisa, dan Yohanes Pembaptis, tidak pernah menulis bagian apa pun dari Alkitab; sebaliknya, mereka menyampaikan pekabaran mereka secara lisan.

Dan bagaimanakah dengan Yesus Kristus sendiri? Catatan Injil menyebutkan bahwa selama pelayanan duniawi-Nya "Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah" ( Yoh. 8: 6). Itu saja. Kita tidak memiliki catatan bahwa Yesus menulis hal lain. Namun, Ia mengajar dan berkhotbah secara lisan "sebagai orang yang berkuasa" ( Mat. 7: 29). Beberapa pendengar-Nya bahkan mengakui, "Belum pernah seorang manusia berkata-kata seperti orang itu!" ( Yoh. 7: 46). Yesus terutama adalah komunikator lisan berbagai pekabaran Allah. Berbagai pekabaran-Nya tidak kalah otoritatif atau mengikatnya hanya karena Dia sendiri tidak menulis buku-buku Alkitab.

Pertanyaan Diskusi:
Sungguh menarik bahwa Allah memiliki nabi-nabi yang tidak memiliki tulisan di dalam Alkitab. Mengapakah nabi-nabi nonkanonik ini juga membawa otoritas?