Nabi-Nabi Perempuan
Ada banyak bukti dalam Kitab Suci bahwa Allah memanggil perempuan untuk menjadi utusan-Nya. (Lihat penggunaan kata Ibrani nevi'ah [Kel. 15: 20</span>] dan kata Yunani prophetis <span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="[Luk. 2: 36" data-sspm="Luke236" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> [Luk. 2: 36</span>]). Dalam <span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="Mikha 6: 4" data-sspm="Mic64" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> Mikha 6: 4</span>, Miryam terdaftar bersama Musa dan Harun sebagai mereka yang diutus kepada umat itu. Miryam ditampilkan sebagai nabiah yang menyanyikan lagu kemenangan ketika orang Israel menyeberangi Laut Merah (<span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="Kel. 15: 20, 21" data-sspm="Exod1520-Exod1521" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> Kel. 15: 20, 21</span>).
Namun, nabiah ini, seperti rekan-rekan prianya, bukannya tanpa kesalahan, sebagaimana sikapnya yang memalukan terhadap Musa dan istrinya yang orang Etiopia itu terungkap, tindakan yang karenanya nabiah itu dihukum sebagaimana mestinya (lihat Bil. 12: 1-10).
Kita dapat melihat pekerjaan nabi lain dalam kisah Debora, yang melayani sebagai hakim di Israel ( Hak. 4: 1-4). Faktanya, ada bukti yang jelas bahwa Debora ( Hak. 4: 4) menerima wahyu dari Allah ( Hak. 4: 4-9, 14-22). Nyanyian kemenangannya ( Hak. 5: 2-31) adalah pengakuan akan campur tangan Allah dan memiliki makna teologis yang mendalam bagi bangsa itu pada masa itu dalam sejarah.
Hulda, "nabiah itu," dimintai petunjuk oleh orang-orang penting dari dewan Raja Yosia ( 2 Raj. 22: 14; 2 Taw. 34: 22) setelah mereka membacakan kata-kata dari "kitab Taurat" ( 2 Raj. 22: 8) (diyakini sebagai Ulangan) kepada raja, yang sebagai tanggapan, "dikoyakkannyalah pakaiannya" ( 2 Raj. 22: 11). Ini jelas merupakan masalah yang sangat serius, dan raja menganggapnya demikian, itulah sebabnya orang-orangnya langsung pergi ke Hulda.
Ja telah menerima pekabaran dari Allah mengenai penghakiman yang akan datang atas Yehuda. Reformasi Yosia dihasilkan dari berbagai pekabaran nubuatan Hulda dan mencegah penghakiman Allah atas umat-Nya. Nabi laki-laki dan nabi perempuan, meskipun dipanggil oleh Allah, juga adalah orang berdosa yang membutuhkan kasih karunia.