Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 3 10 Oct 2026 - 16 Oct 2026

Nabi-Nabi Perjanjian Lama

Ayat Hafalan

"Lalu Yosafat berdiri dan berkata: 'Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" (2 Tawarikh 20: 20)."

Bacaan Pekan Ini: Yak. 5: 17, 18; 1 Raj. 19: 1-16; 1 Raj. 22: 1-14; Kel. 15: 20; 2 Raj. 22: 11-14; Yer. 14: 1-15.

Minggu (Hari #2) 11 October 2026

Kemanusiaan Para Nabi

Seperti yang kita lihat pekan lalu, Tuhan menggunakan nabi Elia untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa di Israel, meskipun ada tantangan yang kuat. Apa yang telah dicapai Tuhan melaluinya sungguh luar biasa. Namun … apa?

Pertanyaan Diskusi:
Renungkanlah bagaimanakah Yakobus menyajikan nabi Elia, dalam Yakobus 5: 17, 18. Apakah yang mungkin ia maksudkan dengan mengatakan bahwa Elia adalah "manusia biasa sama seperti kita"?

Elia meraih keberhasilan yang menakjubkan di Gunung Karmel ( 1 Raj. 18); Allah telah bekerja dengan cara yang perkasa melaluinya, dan salah satu mukjizat paling mencengangkan yang digambarkan dalam sejarah Perjanjian Lama terjadi: pada bunyi perkataan Elia sendiri, api benar-benar turun dari langit ( 1Raj. 18: 38)! Anda akan mengira bahwa hamba Allah ini akan sangat bahagia setelah kejadian seperti itu.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 1 Raja-raja 19: 1-16. Apakah yang diceritakan hal ini kepada kita tentang keadaan emosional nabi Allah itu?

"Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku" ( 1 Raj. 19: 4).

Ini terdengar seperti seorang pria yang menderita semacam depresi. Mengapa? Apa yang terjadi di Gunung Karmel jelas bukan tindakan yang mudah untuk diikuti; tetapi, tetap saja, ada sesuatu yang lain terjadi di sini. Mungkin kuncinya dapat ditemukan dalam kata-katanya, "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku" ( 1 Raj. 19: 10).

Ini terdengar seolah-olah ia meratapi apa yang ia yakini sebagai kegagalannya dalam pelayanan. Kemurtadan tetap ada, meskipun ia telah berusaha sebaik mungkin, seolah-olah ia sendirian dapat membendung arus tersebut. Apa pun yang pada akhirnya terjadi di sini, kita dapat melihat kemanusiaan dan kerapuhan hamba Allah ini. Dengan kata lain, Elia adalah seorang manusia yang "biasa sama seperti kita".

Pertanyaan Diskusi:
Mengapakah terasa mudah pada saat-saat tertentu untuk memiliki rasa "gagal" dalam kehidupan atau usaha Anda sendiri? Janji-janji Alkitab apakah yang dapat Anda klaim untuk membantu Anda mengatasi keputusasaan?