Seorang Nabi untuk Masa Penantian
Orang-orang Kristen mula-mula hidup dalam keadaan menanti-nantikan kedatangan Yesus yang dijanjikan. Rasul Yohanes telah melihat Kristus naik ke awan-awan dan mendengar malaikat menjelaskan bahwa Ia akan kembali dengan cara yang sama ( Kis. 1: 10, 11). Sekarang gereja mula-mula menghadapi ketidaktahuan. Ya, Yesus berkata Ia akan kembali. Namun, kapan?
Sementara ia diasingkan di pulau Patmos, Yohanes menulis tentang janji kedatangan Yesus yang kedua kali: "Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia" ( Why. 1: 7).
Yohanes juga menerima wahyu yang luas tentang peristiwa-peristiwa yang akan menandai akhir zaman. Selain dorongan dan teguran bagi tujuh jemaat ( Why. 2, 3), wahyu itu mencakup penglihatan tentang penghakiman ( Why. 14: 6–12), tentang akhir dunia ( Why. 20), tentang kedatangan Kristus yang kedua kali ( Why. 14: 14–16), dan tentang penciptaan kembali dunia ( Why. 21, 22).
Yohanes mengidentifikasi dirinya sebagai "teman sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus" ( Why. 1: 9). Ia tahu apa artinya menderita, bukan hanya karena penderitaan menunggu, melainkan karena penganiayaan yang datang dengan memberitakan Firman Allah dan memiliki kesaksian Yesus Kristus.
Di seluruh kitab Wahyu, Yohanes diundang untuk melihat dan diperintahkan untuk menuliskan apa yang ia lihat. Dalam pasal terakhir ia menulis, "Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu" ( Why. 22: 8). Yohanes adalah saksi nubuat bagi peristiwa-peristiwa hari-hari terakhir, yang ditugaskan untuk membagikan kepada gereja-gereja pada zamannya apa yang telah ditunjukkan kepadanya dalam penglihatan ( Why. 22: 16).
Ia mengingatkan pada Yohanes Pembaptis, yang mengumumkan kedatangan pertama Yesus Kristus ( Yoh. 1: 6–8) pada saat yang krusial dalam sejarah bumi. Kita juga dipanggil untuk bersaksi seperti yang dilakukan Yohanes. Kita juga harus memelihara kesaksian Yesus ( Why. 19: 10)-kesaksian yang Ia berikan tentang diri-Nya melalui para nabi.
Kita mungkin tidak menerima penglihatan seperti yang diterima Yohanes, tetapi kita dapat menunggu dengan sabar kedatangan Kristus kembali sambil memberikan kesaksian tentang pekerjaan-Nya dalam hidup kita dan berjaga-jaga akan tanda-tanda pembebasan kita.