Peringatan Bencana
Allah ingin menyelamatkan umat manusia. Bahkan setelah Kejatuhan, Ia mencari hubungan dengan Adam dan Hawa, dan untuk sementara waktu penduduk bumi memanggil "nama TUHAN" ( Kej. 4: 26). Seiring berlalunya generasi, jumlah mereka yang berjalan dengan Allah berkurang. Mereka yang terus mengikut Allah bersaksi tentang kebaikan-Nya, mengutuk dosa orang-orang di sekitar mereka, dan memperingatkan tentang konsekuensi dari tindakan mereka.
Namun, pada zaman Nuh, penduduk bumi begitu jahat sehingga Allah memilih untuk membinasakan mereka ( Kej. 6: 5–7). Nuh, seorang pemberita kebenaran ( 2 Ptr. 2: 5), tidak diragukan lagi memperingatkan semua yang mau mendengarkan tentang kehancuran yang akan datang. Allah juga memberi Nuh instruksi untuk membangun sekoci (bahtera) bagi keselamatan semua orang yang mau mendengarkan peringatannya dan bertobat.
Air Bah adalah momen penting dalam sejarah manusia, dan kisah itu muncul berulang kali di seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai contoh kedalaman kebobrokan manusia dan ketinggian kasih karunia Allah yang menakjubkan. Kebenaran Allah dimanifestasikan dalam penghakiman-Nya terhadap ciptaan yang berdosa dan dalam pembebasan-Nya atas semua orang yang mau menerima keselamatan.
"Di tengah-tengah kejahatan yang merajalela, Metusalah, Nuh, dan banyak lagi yang lain, telah berusaha untuk tetap menghidupkan pengetahuan akan Allah yang benar, dan membendung arus kejahatan akhlak. Seratus dua puluh tahun sebelum air bah, Tuhan melalui seorang malaikat yang suci menyatakan kepada Nuh akan maksud-Nya, dan memerintahkannya untuk membuat sebuah bahtera. Sementara membuat bahtera ia harus berkhotbah bahwa Tuhan akan menurunkan air bah ke atas bumi untuk membinasakan orang-orang jahat itu. Mereka yang percaya akan pekabaran itu, dan mau bersedia untuk menghadapi peristiwa itu melalui pertobatan serta pembaruan, akan memperoleh pengampunan dan akan diselamatkan" — Ellen G. White, Sejarah Para Nabi (1999), jld. 1, hlm. 98.
Allah tidak hanya memberi tahu Nuh tentang Air Bah dan menyelamatkan penghuni bahtera, Ia juga menetapkan perjanjian dengan Nuh dan semua ciptaan, berjanji untuk tidak pernah lagi membinasakan dunia dengan air ( Kej. 9: 8–17).