Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-03 Pelajaran 8 15 Aug 2026 - 21 Aug 2026

Kuasa Kebangkitan Kristus

Ayat Hafalan

"Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka pemberitaan kami sia-sia dan imanmu juga sia-sia. ... Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, imanmu itu sia-sia; kamu masih berada dalam dosamu!" (1 Korintus 15: 14–17)."

Bacaan Pekan Ini: 1 Kor. 15; Luk. 24: 44–47; Why. 20: 5, 6; Kol. 2: 12; 2 Tim. 1: 12; 1 Tes. 4: 13–17.

Selasa (Hari #4) 18 August 2026

Kristus, Buah Sulung

Jika Yesus tidak hidup, harapan apa pun tentang masa depan hanyalah delusi ( 1 Kor. 15: 12–19). "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati" ( 1 Kor. 15: 20). Kebangkitan-Nya adalah peristiwa bersejarah. Akibatnya, kita dapat yakin bahwa semua yang telah mati dalam Kristus akan dibangkitkan pada kedatangan-Nya yang kedua kali ( 1 Kor. 15: 20–23).

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 1 Korintus 15: 20–23. Apakah artinya mengatakan bahwa Yesus adalah "buah sulung"?

Akhir dari zaman yang jahat sekarang ini akan ditandai dengan kebangkitan fisik orang-orang yang mati dalam Kristus ( 1 Kor. 15: 24; Why. 20: 5, 6). Sebagai Adam yang terakhir, Kristus akan menyerahkan kerajaan kembali kepada Bapa dengan mengembalikan pemerintahan dunia ini kepada-Nya ( 1 Kor. 15: 25–28). Penaklukan diri Kristus kepada Allah ( 1 Kor. 15: 28) harus dipahami dalam konteks bagaimana Adam dan Kristus digambarkan dalam hubungan satu sama lain. Sebagai Adam yang utama dalam rencana penebusan ( 1 Kor. 15: 45), Yesus menyerahkan diri-Nya sepenuhnya pada kehendak Bapa, sesuatu yang gagal dilakukan oleh Adam pertama.

Dalam 1 Korintus 15: 29–34, Paulus melanjutkan pemikirannya tentang kebodohan menyangkal kebangkitan Kristus. Ia menggunakan ilustrasi baptisan karena baptisan itu sendiri adalah simbol persatuan orang percaya dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya ( Rm. 6: 3, 4; Kol. 2: 12); tidak masuk akal untuk menyangkal realitas kebangkitan. Namun, yang sulit dipahami adalah apa yang dimaksud Paulus dengan ungkapan "dibaptis bagi orang mati" ( 1 Kor. 15: 29).

"Berbagai pendapat telah ditawarkan, tetapi lebih baik menafsirkan ungkapan itu sebagai merujuk pada keputusan beberapa orang untuk dibaptis agar mereka dapat dipersatukan kembali dengan orang-orang terkasih yang telah meninggal pada saat kebangkitan. Bisa juga keputusan untuk dibaptis merupakan tanggapan terhadap kehidupan teladan dari mereka yang telah mati dalam Kristus. Kasus ini merujuk pada orang-orang yang tidak dibaptis sebagai ganti orang mati tetapi oleh karena orang mati"—Carl P. Cosaert, "1 Corinthians", Andrews Bible Commentary: New Testament (Berrien Springs, MI: Andrews University Press, 2022), hlm. 1.652.

Kedua, mempertaruhkan nyawa akan sia-sia jika tidak ada kebangkitan ( 1 Kor. 15: 30–32). Sebaliknya, akan lebih baik untuk menikmati kesenangan dunia ini ( 1 Kor. 15: 32).

Pertanyaan Diskusi:
Renungkan kata-kata Paulus dalam 2 Timotius 1: 12. Bagaimanakah ia bisa begitu yakin tentang masa depan? Bagaimanakah kita bisa?