Memaklumkan Kebangkitan Kristus
Paulus memulai 1 Korintus 15 dengan berfokus pada Injil. Ia berbicara tentang Injil: (1) yang ia beritakan kepada jemaat Korintus; (2) yang mereka terima; (3) yang di dalamnya mereka berdiri teguh; dan (4) olehnya mereka diselamatkan ( 1 Kor. 15: 1, 2). Pembukaan ini mempersiapkan pembaca untuk apa yang akan datang selanjutnya dalam pasal tersebut dan menunjukkan betapa pentingnya kebangkitan Kristus bagi keselamatan kita (lihat juga Rm. 10: 9, 10). Kebangkitan-Nya adalah bagian yang sangat vital dari pesan Injil sehingga menyangkalnya berarti menentang iman seseorang kepada Kristus.
Dalam 1 Korintus 15: 1–4, seseorang dapat menemukan ringkasan dari pesan Paulus. Apakah frasa "menurut Kitab Suci" mengacu pada ayat-ayat Perjanjian Lama tertentu atau Perjanjian Lama secara keseluruhan tidaklah menjadi masalah. Kematian dan kebangkitan Yesus menggenapi janji-janji Allah yang ditemukan dalam Perjanjian Lama.
Semua yang memaklumkan bahwa Kristus telah bangkit harus terlebih dahulu percaya bahwa kebangkitan-Nya adalah peristiwa bersejarah. Dalam hal ini, 1 Korintus 15: 5–8 memainkan peran penting dalam Perjanjian Baru. Ayat ini memberikan bukti alkitabiah yang kuat bahwa Kristus dilihat oleh banyak orang setelah kebangkitan-Nya, banyak di antara mereka masih hidup pada saat Paulus menulis surat itu ( 1 Kor. 15: 6).
Pada dasarnya, Paulus berkata, Pergi dan tanyakan sendiri kepada mereka apa yang mereka lihat. Begitulah keyakinannya akan kenyataan kebangkitan Kristus.
Orang-orang ini adalah saksi mata. Mereka menjadi seperti yang dikatakan Yesus, yaitu, "saksi dari semua ini" ( Luk. 24: 48).