Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-03 Pelajaran 12 12 Sep 2026 - 18 Sep 2026

Menghadapi Guru-Guru Palsu

Ayat Hafalan

"Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Ilahi, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng" (2 Korintus 10: 4)."

Bacaan Pekan Ini: 2 Kor. 10: 1–17; Yer. 9: 24; 2 Kor. 11: 1–15, 22–28; 2 Kor. 12: 20, 21; 2 Kor. 13: 5.

Rabu (Hari #5) 16 September 2026

Penderitaan demi Injil

Setelah menelanjangi guru-guru palsu sebagai agen-agen Iblis ( 2 Kor. 11: 1–15), Paulus sekarang "memainkan permainan" mereka dengan sedikit bermegah seperti orang bodoh ( 2 Kor. 11: 16–21) agar jemaat Korintus dapat melihat betapa konyolnya mendengarkan perkataan guru-guru palsu. Jika jemaat Korintus sangat menghormati mereka, Paulus pantas mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi. Penderitaannya demi Injil menunjukkan bahwa ia adalah hamba Kristus yang setia ( 2 Kor. 11: 22, 23).

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 2 Korintus 11: 22–28. Poin apakah yang sedang ia sampaikan di sini?

Meskipun kredensial Yahudi Paulus sama dengan kredensial guru-guru palsu ( 2 Kor. 11: 22), pelayanannya kepada Kristus melampaui pelayanan mereka ( 2 Kor. 11: 23). "Apakah mereka pelayan Kristus?" tanyanya. Jawabannya adalah "Aku lebih lagi." Jerih payahnya lebih banyak; pemenjaraannya, lebih sering; pukulan yang diterimanya, lebih parah.

Tetapi ini belum semuanya. Daftar penderitaannya juga mencakup lima kali menerima tiga puluh sembilan pukulan ( 2 Kor. 11: 24), didera, dilempari batu, karam kapal, bahaya di laut dalam ( 2 Kor. 11: 25), bahaya dalam perjalanan, bahaya dari sungai, bahaya dari penyamun, bahaya dari orang-orang sebangsanya, bahaya dari orang-orang bukan Yahudi, bahaya di kota-kota yang padat, bahaya di negeri yang sunyi, bahaya di laut, bahaya dari saudara-saudara palsu ( 2 Kor. 11: 26), pekerjaan yang berat, upaya yang melelahkan, malam-malam tanpa tidur, kelaparan, kehausan, kekurangan makanan, kedinginan, ketelanjangan ( 2 Kor. 11: 27). Seolah-olah itu belum cukup, ia masih harus menghadapi penderitaan batin karena kecemasannya yang mendalam terhadap jemaat-jemaat ( 2 Kor. 11: 28).

Hanya hamba Kristus yang sejati yang bersedia menderita seperti ini demi Injil. Jika Paulus benar-benar ingin bermegah tentang penderitaannya, ia memiliki banyak hal untuk dikatakan. Namun, bagian selanjutnya dari surat ini menunjukkan bahwa alasan kemegahannya tidak didasarkan pada apa yang ia lakukan untuk Kristus, tetapi pada apa yang telah Kristus lakukan untuknya. Paulus tahu bahwa kuasa Allah lebih terlihat nyata dalam kelemahan manusia ( 2 Kor. 12: 9, 10). Dengan memberinya duri dalam daging ( 2 Kor. 12: 7), Allah melindungi Paulus dari kesombongan atas pencapaiannya. Hal ini membuatnya tetap rendah hati, sadar akan kelemahannya, bergantung pada kuasa Ilahi, dan dalam kondisi untuk menerima lebih banyak anugerah dan belas kasihan Allah.

Pertanyaan Diskusi:
Apakah Anda juga pernah menderita demi Injil? Apakah yang telah Anda pelajari dari pengalaman ini? Bagaimanakah cara Paulus menghadapi penderitaannya dapat membantu Anda menghadapi penderitaan Anda?