Iman Yesus
Menjelang akhir dunia ini, bagian dari tiga pekabaran malaikat menggambarkan umat Allah sebagai orang-orang yang memelihara perintah-perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Jika Anda mempelajari bagaimana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memahami pembenaran oleh iman, Anda akan melihat bahwa pada tahun 1890-an, pemahaman tentang iman Yesus dan tiga pekabaran malaikat mulai diperkuat dalam gereja. Sebelumnya, gereja banyak menekankan hukum, dan membutuhkan penekanan lebih pada Injil. Ellen G. White merangkum hal ini dengan baik: "Perintah-perintah Allah telah diberitakan, tetapi iman kepada Yesus Kristus belum diberitakan oleh orang Advent Hari Ketujuh sebagai sesuatu yang sama pentingnya. Hukum dan Injil harus berjalan berdampingan"-Selected Messages, jld. 3, hlm. 172.
Walaupun Ibrani 11 menulis orang-orang saleh yang memiliki iman yang kuat, tidak ada seorang pun yang memiliki iman sebanding dengan iman Yesus.
Memiliki iman Yesus berarti bahwa, melalui penurutan kepada-Nya dan Firman-Nya, kita meneladani iman yang Ia miliki kepada Allah. Itu juga berarti kita akan memiliki pengalaman hidup yang aktif dan nyata setiap hari bersama Yesus. Ini berarti mengetahui dan bertindak berdasarkan kenyataan bahwa tanpa menempatkan Yesus sebagai pusat hidup kita setiap hari, kita tidak bisa memiliki hubungan keselamatan dengan Allah.
Memiliki iman Yesus berarti Yesus tinggal di dalam kita, dan karena itu iman-Nya ada dalam hati kita, karena Yesus adalah dasar sejati dari iman kita. Kadang-kadang iman kita mungkin lemah dan rapuh. Namun Yesus layak menerima segala pujian ( Wahyu 5:9), dan kita dapat menerima iman-Nya, baik tercermin dalam pengalaman hidup kita maupun diperhitungkan kepada kita, sebagai anugerah dari-Nya kepada semua yang percaya.