Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-02 Pelajaran 2 04 Apr 2026 - 10 Apr 2026

Mengenal Allah

Ayat Hafalan

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17: 3)."

Bacaan Pekan Ini: Kejadian 3:1-5; Imamat 20:26; 1 Samuel 2:2; 1 Yohanes 4:7–19; Kejadian 1:1; Kejadian 2:7; Matius 1:23; Matius 28:20.

Rabu (Hari #5) 08 April 2026

Allah dalam Penciptaan

Anda mungkin sudah hafal kata-kata pertama dalam Alkitab: "Pada mulanya Allah." Dalam bahasa Ibrani, kata untuk Allah di sini adalah Elohim. Meskipun kata ini bisa digunakan untuk menyebut "allah-allah" palsu, ketika merujuk kepada Allah yang sejati, kata ini menggambarkan Pencipta yang mahakuasa dan berkuasa atas seluruh ciptaan-Allah yang transenden, yang melampaui pemahaman kita, tetapi yang memegang kendali atas segala sesuatu. Dia begitu berkuasa sehingga ketika Dia berfirman, sesuatu langsung tercipta hanya dari suara-Nya.

Namun dalam pasal berikutnya, Kejadian 2, muncul nama Allah yang berbeda: Yahwe. Nama ini sering muncul dalam bentuk gabungan dengan Elohim: Yahweh Elohim. Ini tetap menunjuk kepada Allah yang sama-Yang Mahakuasa dan Pencipta tetapi Yahwe adalah nama yang lebih pribadi, sering digunakan untuk menekankan bahwa Allah adalah Allah perjanjian, yang ingin menjalin hubungan kasih yang erat dengan umat ciptaan-Nya.

Pertanyaan Diskusi:
Bandingkan gambaran tentang Allah dalam Kejadian 1: 1 dan Kejadian 2: 7. Apakah yang Anda perhatikan?

Dalam Kejadian 2: 7, kita dapat membayangkan Allah berlutut untuk membentuk manusia pertama dari tanah dengan tangan-Nya sendiri. "Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." Inilah Allah yang mendekat-begitu dekat hingga Ia menghembuskan nafas kehidupan ke dalam lubang hidung Adam. Nama ini, Yahwe, menyajikan gambaran Allah yang lebih intim, namun Musa menggunakan kedua nama tersebut dalam dua pasal pertama Alkitab untuk menggambarkan dua sifat Allah ini kepada kita.

Betapa menakjubkannya! Kita melihat kemahatinggian (transendensi) Allah sebagai Elohim, dan kedekatan-Nya (imanensi) sebagai Yahwe. Alangkah baiknya bagi kita untuk merenungkan kedua aspek karakter Allah ini: bahwa Ia berkuasa penuh atas segala sesuatu, dan sekaligus dekat dengan kita. Seperti yang dikatakan Paulus kepada orang-orang Athena di Bukit Mars: "Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada" ( Kisah Para Rasul 17:27-28).

Penting bagi kita untuk terus mencari gambaran Allah yang jelas dan seimbang, berdasarkan pada apa yang Alkitab ajarkan tentang karakter-Nya, agar kita dapat bertumbuh dalam hubungan dengan-Nya. Inilah sebabnya mengapa penting untuk membaca seluruh bagian Alkitab, bukan hanya berfokus pada satu bagian saja. Sungguh, semakin kita mengenal karakter Allah, semakin kita belajar mengasihi-Nya.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah saat Elihu menggambarkan beberapa sifat Allah dalam Ayub 36: 24-33 dan Ayub 37. Kemudian bacalah pernyataan Allah tentang kemahakuasaan-Nya dalam Ayub 38 dan 39. Apakah yang ayat-ayat ini ungkapkan kepada kita tentang Allah?