Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-01 Pelajaran 5 24 Jan 2026 - 30 Jan 2026

Bersinar seperti Cahaya di Malam Hari

Ayat Hafalan

"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia (Filipi 2: 14, 15)."

Bacaan Pekan Ini: Flp. 2: 12-30; Rm. 3: 23, 24; Rm. 5: 8; 2 Tim. 4: 6; 1 Kor. 4: 17; 2 Tim. 4: 21, 13; Luk. 7: 2.

Senin (Hari #3) 26 January 2026

Terang dalam Dunia yang Gelap

Dalam Filipi 2: 14; Paulus mendorong jemaat di Filipi untuk "melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." Tantangan terhadap kesatuan gereja begitu serius sehingga tidak dapat dipertahankan tanpa upaya yang sungguh-sungguh dari pihak kita. Kesatuan dalam gereja merupakan hasil dari hubungan kita dengan Kristus dan ketaatan kepada Firman-Nya. Dan itu juga sangat penting bagi kesaksian kita, sebagaimana yang Paulus tegaskan selanjutnya, dengan memanggil kita untuk "bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia" ( Flp. 2: 15).

Pada malam tanpa bulan, jauh dari cahaya kota dan lampu jalan, lebih banyak bintang yang terlihat, dan cahayanya tampak jauh lebih terang. Hal inilah yang membuat perbedaan. Semakin gelap langit, semakin jelas bintang-bintang bersinar. Hal yang sama berlaku bagi kesaksian kita. Semakin besar kegelapan moral di sekitar kita, semakin mencolok perbedaan antara kehidupan pengikut sejati Allah dan orang-orang duniawi. Oleh karena itu, betapa pentingnya untuk tidak membiarkan gagasan, tekanan, dan praktik duniawi, membuat kesaksian kita memudar atau bahkan hilang sama sekali.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Filipi 2: 15, 16. Bagaimanakah Paulus menggambarkan, apa yang harus kita wujudkan dan kita lakukan sebagai anak-anak Allah?

Kata “tak bercela" berarti “tanpa cacat, tanpa cela." Istilah ini terutama digunakan untuk menggambarkan karakter Ayub yang saleh dan jujur (lihat Ayb. 1: 1, 8; Ayb. 2: 3; lihat juga Ayb. 11: 4; Ayb. 33: 9). Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai "tulus” secara harfiah berarti “tidak tercampur, murni." Yesus, mengingat serangan ganas yang kemungkinan besar akan dihadapi oleh para saksi-Nya, mendorong kita untuk menjadi “tulus seperti merpati" ( Mat. 10: 16). Demikian pula, Paulus menasihati kita untuk “bijaksana terhadap yang baik dan bersih terhadap yang jahat" ( Rm. 16: 19). Saluran media modern kita dikenal bukan karena kontennya yang murni, membangun, dan menginspirasi. Dalam situasi seperti ini, kebiasaan Daud merupakan pedoman yang sangat baik bagi kita: "Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila" ( Mzm. 101: 3).

Kita tidak perlu takut karena menjadi berbeda-iman kita harus semakin membedakan kita dari dunia. Tujuan kita adalah “bercahaya seperti bintang-bintang di dunia" ( Flp. 2: 15). Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan menolak untuk menyesuaikan diri dengan dunia ini ( Rm. 12: 2) dengan "berpegang pada firman kehidupan" ( Flp. 2: 16). Pilihan kita menentukan apakah kita telah hidup dengan mengingat "hari Kristus" atau justru “berlari dengan sia-sia" ( Flp. 2: 16; bandingkan 1 Kor. 9: 24-27).

Pertanyaan Diskusi:
Jika ada aspek dalam hidup Anda yang dapat dikatakan "duniawi" (dan kemungkinan besar ada), bagaimanakah Anda dapat dibersihkan dari hal-hal tersebut?