Pendalaman
“Dari rak pancang, dan kamar di bawah tanah, dari sarang dan gua dari bumi ini, di sanalah jatuh ke telinganya teriakan kemenangan orang yang mati syahid itu. Ia mendengar kesaksian dari jiwa-jiwa yang kuat, yang meskipun miskin, dirundung malang, disiksa, namun menyaksikan dengan tidak gentar untuk kepercayaan mereka, dengan mengatakan, 'Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.' Orang-orang yang menyerahkan hidup mereka kepada iman ini, menyatakan kepada dunia bahwa Dia, kepada siapa mereka telah percaya, sanggup untuk menyelamatkan dengan sempurnanya"-Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 512.
"Belum pernah ada keberagaman iman yang begitu besar dalam Kekristenan seperti pada masa sekarang ini. Jika karunia rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar ([Ef. 4: 11-13</span>)] diperlukan untuk menjaga kesatuan gereja mula-mula, betapa lebih lagi diperlukan untuk memulihkan kesatuan saat ini! Dan bahwa Allah bermaksud memulihkan kesatuan gereja pada akhir zaman sangat jelas dinyatakan dalam nubuatan. Kita diyakinkan bahwa para penjaga akan melihat dengan pandangan yang sama ketika Tuhan memulihkan Sion. Selain itu, pada waktu kesudahan, orang-orang bijaksana akan mengerti. Ketika hal ini digenapi, akan ada kesatuan iman di antara semua orang yang dianggap bijaksana oleh Allah; sebab bagi mereka yang benar-benar mengerti, pasti juga mengerti hal yang sama. Dari pertimbangan seperti ini, jelas bahwa keadaan gereja yang sempurna sebagaimana dinubuatkan ini masih berada di masa depan; oleh karena itu, karunia-karunia ini belum sepenuhnya mencapai tujuannya"-R.F. Cottrell, "Pendahuluan," dalam Ellen G. White, Tulisan-Tulisan Permulaan, hlm. 140.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: