Kelupaan
Perhatikan secara pribadi perubahan dalam Yosua 4: 23. Air Sungai Yordan disebut telah kering di hadapan "kamu", yaitu di hadapan semua orang Israel yang baru saja menyeberangi Sungai Yordan. Sedangkan, Laut Merah dikatakan telah dikeringkan di hadapan "kami", yaitu mereka yang masih ada dari generasi pertama dan yang mengalami Eksodus. Dua peristiwa yang dialami oleh dua generasi yang berbeda ini memiliki makna yang sama, yang memungkinkan ge nerasi kedua, melalui kesaksian orang tua mereka, menemukan kembali makna yang sama dari penyeberangan Sungai Yordan untuk diri mereka sendiri.
Secara umum, kita menganggap kelupaan sebagai sifat normal dari semua manusia. Namun, kelupaan dalam makna rohani dapat menyebabkan konsekuensi yang senus.
Bahkan saat ini, jika kita ingin mempertahankan identitas kita sebagai umat dengan panggilan dan misi khusus, kita harus menciptakan kesempatan untuk menyegarkan kembali ingatan rohani kita baik secara pribadi maupun secara bersama-sama agar tetap fokus akan asal-muasal kita, siapa kita, dan untuk apa kita berada di sini.
Ellen G. White dengan jelas memahami bahwa bila kita tidak terus-menerus berada dalam terang perbuatan penyataan Allah di masa lalu, kita pasti akan kehilangan motivasi untuk melaksanakan misi kita di masa depan: "Tidak ada yang perlu kita takutkan di masa depan, kecuali kita lupa bagaimana Tuhan telah memimpin kita, serta pengajaran-Nya di dalam sejarah masa lalu kita"-Ellen G. White, Life Sketches, him. 196.