Menyeberangi Sungai Yordan
Ini adalah pertama kalinya tabut perjanjian disebutkan dalam kitab Yosua. Sampai pada titik ini dalam narasi Perjanjian Lama, tabut telah muncul dalam konteks tempat kudos (Ke/. 40: 21); dalam perjalanan Israel dari Sinai (Bil. JO: 33-36); dan dalam upaya yang gagal untuk memulai penaklukan Kanaan ( Bil. 14: 44). Terdapat tiga peralatan yang paling sakral pada Kemah Suci Israel, yang masing-masing mengekspresikan hubungan khusus Israel dengan Allah: (I) loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah; (2) tongkat Harun, imam besar; dan (3) buli-buli berisi manna (Ke/. I 6: 33; Jbr. 9: 4).
Tabut dan persiapan untuk menyeberangi Sungai Yordan mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka tidak memasuki Kanaan dengan cara dan waktu mereka sendiri. Penaklukan itu akan berhasil hanya jika mereka mengikuti cara dan waktu Tuhan. Tuhan-yang digambarkan bertakhta di atas kerub yang me nutupi tabut perjanjian (Ke/. 25: 22, Bil. 7: 89), dan yang gerakan-Nya seiring dengan gerakan tabut-memasuki Kanaan di depan bangsa Israel sebagai Pribadi yang memimpin penaklukan.
Istilah yang diterjemahkan "menguduskan" ( Yos. 3: 5) atau "menyucikan" (ESV) mengacu pada proses pemurnian yang mirip dengan apa yang dilakukan para imam sebelum memulai pelayanan mereka di tempat kudos (Ke/. 28: 41, Ke/. 29: I) dan apa yang dilakukan bangsa Israel sebelum menerima penyata an Tuhan di Sinai (Ke/. 19: JO, 14). Pengudusan ini melibatkan pembuangan semua dosa dan penyelesaian semua kenajisan ritual. Perintah yang sama mun cul dalam Bilangan II: 18, yang berkaitan dengan mukjizat Allah berikutnya. Persiapan seperti itu juga diperlukan sebelum berperang ( Ul. 23: 14). Sebelum Allah berperang untuk Israel dalam peperangan, mereka harus menunjukkan ke setiaan mereka kepada-Nya dan percaya kepada-Nya sebagai Panglima mereka.
Mukjizat penyeberangan Sungai Yordan akan membuktikan kepada bangsa Israel bahwa janji Tuhan untuk menghalau bangsa-bangsa Kanaan dari tanah itu dapat dipercaya. Dia yang sanggup mengeringkan Sungai Yordan, juga sanggup mengaruniakan negeri itu kepada mereka.