Di Bawah Kaki-Nya
Jangka panjang, masa depan cerah. Sampai saat itu, umat manusia menyerahkan kekuasaan atas planet ini kepada Lusifer, dan pada saat iblis muncul di dewan surgawi dalam kitab Ayub, dia membual bahwa bumi ini miliknya. "Dari mana engkau datang?" Tuhan bertanya. "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi," jawabnya ( Ayb. 1: 7, NKJV).
Iblis sedang menyatakan kepemilikan; kaki digunakan pada zaman kuno untuk mewakili kepemilikan. "Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya," perintah Tuhan kepada Abraham, "sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu" ( Kej. 13: 17).
Berbicara tentang apa yang Kristus lakukan pada akhir milenium, Ellen G. White menulis: "Kristus turun ke atas Bukit Zaitun, dari mana Ia naik ke surga, setelah kebangkitan-Nya, dan di mana malaikat-malaikat mengulangi janji mengenai kedatangan-Nya kembali. Nabi berkata, 'Lalu Tuhan, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.' 'Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di Bukit Zaitun, yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua…sehingga menjadi suatu lembah yang sangat besar.' 'Maka Tuhan akan menjadi raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.' ( Zakharia 14: 5, 4, 9). Sementara Yerusalem Baru, dengan kemuliaannya yang memesona, turun dari surga, ke tempat yang telah disucikan dan dipersiapkan untuk menerimanya, maka Kristus, dengan umat-Nya dan malaikat-malaikat memasuki Kota Suci itu"--Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 700.