Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 9 24 May 2025 - 30 May 2025

Dasar Mazmur: Bagian 2

Ayat Hafalan

"Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela" (Mazmur 67: 4, 5)."

Bacaan Pekan Ini: Mazmur 46; Yer. 4:23- 26; Mzm. 47: 1- 5; 1 Tes. 4: 13- 17; Mazmur 75; Why. 14: 6- 12.

Senin (Hari #3) 26 May 2025

Harapan di Tengah Gejolak

Sebagian besar bahasa dalam kitab Mazmur bersifat simbolis, tetapi jika menyangkut bahasa yang mengarah pada pengaturan akhir planet kita, kita hanya memiliki sedikit alasan untuk percaya bahwa itu adalah hanya simbolis. Mazmur 46 mengingatkan kita bahwa bumi secara fisik akan sangat terpengaruh oleh kedatangan Kristus kembali. Tetapi bukan hanya bebatuan dan lautan yang akan terpengaruh; klimaks besar dari sejarah bumi akan berarti kehancuran kerajaan-kerajaan duniawi-sistem pemerintahan manusia yang menyedihkan yang telah menyebabkan begitu banyak penderitaan selama ribuan tahun.

Pada akhirnya semua kekuatan ini, dan semua kejahatan dan penderitaan yang mereka timbulkan pada umat manusia, akan berakhir total.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Yeremia 4: 23-26. Apakah yang ayat ini ceritakan kepada kita tentang nasib dunia ini, setidaknya sampai ada "langit yang baru dan bumi yang baru" ( Why. 21: 1)?

Nubuatan Alkitab menunjukkan kepada kita apa yang akan terjadi di dunia ini. Penglihatan Daniel 7, misalnya, menunjukkan kepada kita lautan badai di mana bangsa-bangsa di dunia bangkit. Angin perselisihan dan peperangan bertiup melintasi lautan bangsa-bangsa (bumi), menghasilkan kerajaan duniawi satu demi satu, dan tidak satu pun dari mereka yang dapat menyelesaikan masalah nyata yang menimpa umat manusia. Para pemimpin duniawi yang berani kita percayai hampir selalu terbukti sama berdosa dan egoisnya dengan kita semua.

Tak satu pun dari kerajaan yang diperlihatkan kepada Daniel terbukti menjadi rumah yang aman bagi umat Tuhan (meskipun beberapa lebih baik dari yang lain). Tetapi kita tahu bahwa kita memiliki kewarganegaraan di dalam kerajaan Allah ( Flp. 3: 20), dan jauh di atas kekacauan planet ini ada takhta yang tidak dapat dipindahkan (lihat Yeh. 1: 26). Yesus mengajarkan bahwa dunia akan bergerak ke dalam kekacauan yang lebih dalam ketika kita mendekati saat kedatangan Kristus kembali ( Matius 24), tetapi kita dapat bertahan dalam iman, terlepas dari kondisi planet kita, karena kita dapat mengetahui bahwa Tuhan tidak kehilangan kendali, dan bahwa Dia akan menepati janji-Nya: "Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub" ( Mzm. 46: 7, 8). Dalam jangka pendek, segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik dan juga tidak akan demikian. Jangka panjang? Itu-syukur kepada Yesus-adalah masalah lain.

Pertanyaan Diskusi:
Tidak diragukan lagi, dunia kita tampak kacau dan di luar kendali. Bagaimanakah seharusnya nubuatan Daniel 7, misalnya, membantu kita melihat bahwa pada akhirnya, segala sesuatunya akan berjalan baik bagi kita jika kita tetap setia?