Harapan di Tengah Gejolak
Sebagian besar bahasa dalam kitab Mazmur bersifat simbolis, tetapi jika menyangkut bahasa yang mengarah pada pengaturan akhir planet kita, kita hanya memiliki sedikit alasan untuk percaya bahwa itu adalah hanya simbolis. Mazmur 46 mengingatkan kita bahwa bumi secara fisik akan sangat terpengaruh oleh kedatangan Kristus kembali. Tetapi bukan hanya bebatuan dan lautan yang akan terpengaruh; klimaks besar dari sejarah bumi akan berarti kehancuran kerajaan-kerajaan duniawi-sistem pemerintahan manusia yang menyedihkan yang telah menyebabkan begitu banyak penderitaan selama ribuan tahun.
Pada akhirnya semua kekuatan ini, dan semua kejahatan dan penderitaan yang mereka timbulkan pada umat manusia, akan berakhir total.
Nubuatan Alkitab menunjukkan kepada kita apa yang akan terjadi di dunia ini. Penglihatan Daniel 7, misalnya, menunjukkan kepada kita lautan badai di mana bangsa-bangsa di dunia bangkit. Angin perselisihan dan peperangan bertiup melintasi lautan bangsa-bangsa (bumi), menghasilkan kerajaan duniawi satu demi satu, dan tidak satu pun dari mereka yang dapat menyelesaikan masalah nyata yang menimpa umat manusia. Para pemimpin duniawi yang berani kita percayai hampir selalu terbukti sama berdosa dan egoisnya dengan kita semua.
Tak satu pun dari kerajaan yang diperlihatkan kepada Daniel terbukti menjadi rumah yang aman bagi umat Tuhan (meskipun beberapa lebih baik dari yang lain). Tetapi kita tahu bahwa kita memiliki kewarganegaraan di dalam kerajaan Allah ( Flp. 3: 20), dan jauh di atas kekacauan planet ini ada takhta yang tidak dapat dipindahkan (lihat Yeh. 1: 26). Yesus mengajarkan bahwa dunia akan bergerak ke dalam kekacauan yang lebih dalam ketika kita mendekati saat kedatangan Kristus kembali ( Matius 24), tetapi kita dapat bertahan dalam iman, terlepas dari kondisi planet kita, karena kita dapat mengetahui bahwa Tuhan tidak kehilangan kendali, dan bahwa Dia akan menepati janji-Nya: "Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub" ( Mzm. 46: 7, 8). Dalam jangka pendek, segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik dan juga tidak akan demikian. Jangka panjang? Itu-syukur kepada Yesus-adalah masalah lain.