Pendalaman
Kitab Suci memperjelas bahwa Kristus adalah satu-satunya Pribadi yang layak untuk mengamankan keselamatan kita. Hidup-Nya adalah satu-satunya kehidupan manusia tanpa dosa, satu-satunya contoh kehidupan yang memberikan kepuasan sempurna bagi kemuliaan Bapa. Dia adalah Anak Domba Allah yang tak bercela, dan sekarang Dia berdiri di depan umat manusia sebagai jaminan kekal kita. Pada saat yang sama, Dia menanggung kesalahan kita pada diri-Nya sendiri, memuaskan penghakiman yang merupakan tanggapan Tuhan terhadap kejahatan. Ketika Yohanes menyaksikan pemandangan luar biasa dari makhluk-makhluk surgawi berkumpul di sekitar takhta Tuhan, dia disuruh berhenti menangis karena "Singa dari suku Yehuda … telah menang" ( Why. 5: 5).
Pikirkan juga, betapa buruknya dosa, dan betapa jatuhnya umat manusia, sehingga hanya kematian Yesus, Tuhan itu sendiri, yang cukup untuk menyelesaikan masalah dosa. Tidak diragukan lagi, jika ada cara lain agar Tuhan dapat menyelamatkan kita, tanpa melanggar prinsip-prinsip pemerintahan Ilahi-Nya, pasti Dia akan melakukannya.
"Hukum Allah yang telah dilanggar itu menuntut nyawa orang yang berdosa. Di seluruh alam semesta ini hanya ada seorang saja yang dapat, sebagai pengganti manusia, memenuhi tuntutan hukum itu. Oleh karena hukum Ilahi itu sama sucinya seperti Allah sendiri, maka hanya seorang yang setara dengan Tuhan saja dapat mengadakan tebusan bagi pelanggaran hukum dan memulihkan dia kembali kepada keselarasan dengan surga. Kristus mau menanggungkan ke atas diri-Nya kesalahan serta kehinaan yang diakibatkan oleh dosa-dosa itu begitu keji kepada Allah yang suci sehingga itu harus memisahkan Bapa dan AnakNya. Kristus rela turun ke dalam penderitaan untuk menyelamatkan umat yang berada dalam kebinasaan itu"--Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. I, hlm. 62.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: