Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 4 19 Apr 2025 - 25 Apr 2025

Bangsa-Bangsa: Bagian 1

Ayat Hafalan

"Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah" (Daniel 7: 14)."

Bacaan Pekan Ini: Kej. 10: 1- 12; Kej. 12:1- 9, 1 Sam. 8: 4- 18; Mat. 20: 25- 28; Why. 18: 1-4.

Jumat (Hari #7) 25 April 2025

Pendalaman

Bacalah Yesaya 44: 24-45: 13.

"Sedikit demi sedikit, mula-mula secara sembunyi-sembunyi dan diam-diam, kemudian semakin terbuka setelah semakin bertambah kuat dan semakin menguasai pikiran manusia, rahasia kejahatan itu menampakkan pekerjaan penipuan dan penghujatannya. Hampir tidak bisa disadari kebiasaan-kebiasaan kekafiran mendapatkan jalan memasuki gereja Kristen. Roh berkompromi dan penyesuaian diri untuk seketika lamanya telah ditahan oleh penganiayaan kejam yang dialami jemaat di bawah kekafiran. Tetapi sementara penganiayaan berhenti dan Kekristenan memasuki pengadilan dan istana raja-raja, jemaat itu menanggalkan kerendahan dan kesederhanaan Kristus dan rasul-rasulNya, dan menggantikannya dengan kesombongan dan keangkuhan imam-imam kafir dan para penguasa. Dan tuntunan Allah diganti dengan teori-teori dan tradisi manusia. Pertobatan munafik Kaisar Constantine pada permulaan abad keempat membawa kesukaan besar. Dan keduniawian, yang diselubungi suatu bentuk kebenaran telah memasuki gereja. Sekarang pekerjaan yang korup berkembang dengan pesat. Kekafiran yang tampaknya akan kalah akhirnya menjadi pemenang. Roh kekafiran menguasai jemaat. Ajarannya, upacara-upacaranya dan takhyul telah digabungkan ke dalam perbaktian orang-orang yang mengaku pengikut Kristus"- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 51.

Sejalan dengan pertanyaan di akhir pelajaran hari Rabu, bukankah kita semua berada dalam bahaya, khususnya semakin lama kita berada di sini, untuk "mengesampingkan kesederhanaan kerendahan hati Kristus dan para rasulnya" demi kemegahan, kuasa, penghargaan, dan godaan dunia? Jika kita berpikir tidak demikian, kita sedang membodohi diri sendiri.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

Pertanyaan Diskusi:
1. Ketika Tuhan mengasingkan umat-Nya ke Babel, itu adalah saat yang sangat menyakitkan. Abraham dipanggil keluar dari Kasdim untuk membentuk satu umat perjanjian sebagai terang bagi planet ini, dan sekarang mereka dibawa dengan rantai. Selama pembuangan mereka, Tuhan menunjukkan kepada Israel apa yang mungkin terjadi jika mereka setia. Nebukadnezar, kepala dari satu sistem yang sama sekali menentang Tuhan, datang kepada Kristus ( Daniel 4). Di akhir pembuangan mereka, Tuhan membangkitkan seorang raja Persia untuk melayani sebagai tipe Kristus, melepaskan umat-Nya dari Babel dan mengembalikan mereka ke Tanah Perjanjian. Koresh bukanlah orang Israel, namun Tuhan memilihnya untuk menunjukkan rencana keselamatan kepada dunia saat dia mengembalikan umat perjanjian Tuhan ke Yerusalem. Pelajaran apakah yang dapat kita pelajari tentang bagaimana Tuhan memandang umat manusia dari kenyataan bahwa Dia sekarang menggunakan manusia di luar Israel untuk mencapai tujuan-Nya?
Pertanyaan Diskusi:
2. Kita mungkin tidak berada di Babel, tetapi berapa banyak Babel yang ada di dalam kita? Bagaimanakah kita mengenali masalah ini, dan kemudian, bagaimana kita bisa berubah?