Panggilan Abraham
Dalam Kejadian pasal sepuluh, kita melihat kelahiran berbagai bangsa. Kata yang biasanya diterjemahkan "bangsa" adalah goyim, yang juga bisa merujuk pada orang kafir. Kejadian 10 memberi tahu kita bahwa umat manusia terpencar menurut tanah, bahasa, keluarga, dan "bangsa" ( Kej. 10: 5; lihat juga Why. 14: 6).
Hampir segera setelah pengenalan konsep ini, Tuhan memanggil Abraham keluar dari salah satu bangsa itu untuk menjadi berbeda dari mereka dan dari apa yang mereka wakili.
Tuhan bermaksud menggunakan Abraham untuk mendirikan sebuah bangsa yang akan berbeda dengan kerajaan manusia. Mereka tidak boleh memiliki raja selain Tuhan Sendiri. Orang-orang harus menunjukkan apa yang akan terjadi jika umat manusia kembali kepada Penciptanya. Israel didirikan untuk menjadi berkat bagi "semua keluarga di bumi" ( Kej . 12: 3, NKJV). Tuhan telah mencurahkan kepada mereka terang dan hak istimewa yang belum pernah terlihat di dunia sejak, mungkin, sebelum Air Bah.
Ini bukanlah satu individu yang menjadi saksi dalam satu komunitas; ini adalah keseluruhan bangsa supaya, dengan berusaha bersama-sama dan dalam bekerja sama dengan Tuhan, dapat menunjukkan kemuliaan dari karakter-Nya. Perhatikan juga, dalam kata-kata yang diucapkan kepada mereka bahwa bukan hanya "ketetapan dan peraturan" yang telah Tuhan berikan kepada mereka yang membuat mereka begitu istimewa, tetapi kepatuhan mereka kepada hal-hal itu yang akan menyebabkan bangsa-bangsa lain berkata, "Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi" ( Ul. 4: 6). Betapa pun indahnya kebenaran yang diberikan kepada mereka, kegagalan mereka untuk menghidupkannya, untuk mematuhinya, akan membawa kutukan gantinya berkat dan kematian bukannya kehidupan.