Tuhan Ingin Dipahami
Tidak ada yang membuat frustrasi seperti kebutuhan mendesak untuk berkomunikasi, mungkin di klinik atau apotek, saat berada di negara asing di mana Anda hampir tidak bisa berbicara bahasa setempat. Anda tahu apa yang perlu Anda katakan, tetapi Anda tidak memiliki kosakata yang memadai untuk mengatakannya.
Dengan Tuhan, masalah yang berbeda muncul. "Seperti tingginya langit dari bumi," Dia katakan, "demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan- Ku dari rancanganmu"' ( Yes. 55: 9). Masalahnya bukanlah Tuhan tidak memiliki kosa kata untuk berkomunikasi dengan kita; tetapi masalahnya adalah kita tidak memiliki kosakata atau kapasitas intelektual untuk memahami Dia sepenuhnya.
Apakah yang ayat-ayat berikut ini sarankan tentang pemahaman Tuhan dibandingkan dengan pemahaman kita sendiri?
Kebenaran dari masalah ini adalah bahwa kita tidak akan pernah sepenuhnya memahami pikiran Tuhan karena Dia tidak terbatas dan Mahatahu. Lagi pula, kita hampir tidak bisa memahami segala sesuatu tentang Penciptaan; bagaimana kita bisa sepenuhnya memahami Penciptanya? Kita tidak bisa.
Meskipun kita tidak akan pernah mengerti segalanya, kita dapat memahami apa yang diperlukan untuk keselamatan kita. (Lihat 2 Tim. 3: 14, 15). Ketika para rasul menjelaskan Injil kepada pendengar mereka, mereka sering merujuk pada nubuatan yang digenapi, yang darinya kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu tujuan utama nubuatan adalah untuk mengilustrasikan rencana keselamatan. Memang, pada akhirnya, nubuatan Alkitab pada puncaknya harus menuntun kita kepada Yesus dan janji keselamatan yang Dia tawarkan kepada seluruh umat manusia.
Lagi pula, Tuhan, yang melaluinya segala sesuatu diciptakan (lihat Kol. 1:16; Yoh. 1: 1- 3), turun ke bumi ini dan kemudian mempersembahkan diri-Nya sebagai korban di kayu salib untuk dosa setiap manusia, bahkan yang paling malang sekalipun. Itulah betapa besamya Tuhan mengasihi kita semua. Setelah melakukan semua itu untuk kita, Tuhan jelas ingin semua orang, termasuk orang-orang malang, mengetahui apa yang Dia tawarkan kepada kita di dalam Yesus. Dan nubuatan bisa melakukan hal itu.