Yang Adil dan Yang Membenarkan
Pada setiap kesempatan, pekerjaan Kristus membatalkan pekerjaan iblis. Dan, menurut 1 Yohanes 3: 8, Yesus "menyatakan diri-Nya, supaya membinasakan perbuatan-perbuatan iblis" ( 1 Yohanes 3: 8) dan untuk "memusnakan dia yaitu iblis, yang berkuasa atas maut" ( Ibr. 2: 14). Namun, kekalahan total pemerintahan musuh terjadi dalam dua tahap. Pertama, melalui pekerjaan Salib, Kristus membuktikan bahwa tuduhan fitnah iblis itu tidak benar. Dan kelak iblis dan kerajaannya akan dibinasakan.
Seperti yang telah kita lihat, musuh menyatakan bahwa Allah tidak sepenuhnya benar dan pengasih. Namun, di dalam Kristus, Allah memberikan perwujudan sejati dari kasih dan kebenaran Allah, dan Dia melakukannya melalui Salib.
Setelah kematian Yesus, "Setan melihat bahwa sasarannya sudah dirusakkan. Cara kerjanya dipaparkan di hadapan malaikat-malaikat yang tidak jatuh dan di hadapan semesta alam. Ia telah menyatakan dirinya sebagai pembunuh. Oleh menumpahkan darah Anak Allah, ia telah mencabut dirinya sendiri dari simpati makhluk-makhluk surga"—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 414.
Sejarah penebusan memberikan banyak bukti bagi kita untuk yakin bahwa Allah senantiasa bekerja untuk menghasilkan apa yang baik bagi semua pihak. Allah dalam Kitab Suci selalu melakukan apa yang baik, mengingat jalan yang tersedia bagi-Nya dalam pertikaian besar ( Ul. 32: 4, 1 Sam. 3: 18; Mzm. 145: 17; Dan. 4: 37; Hab. 1: 13; Why. 15: 3; Kej. 18: 25).