Karunia Bahasa Roh
Bagaimana dengan karunia bahasa roh? Sejalan dengan manifestasi karunia ini di tempat lain dalam Alkitab ( Mrk. 16: 17, Kis. 2: 1–13, Kis. 10: 44–48, Kis. 19: 6), karunia bahasa roh dalam 1 Korintus kemungkinan besar adalah kemampuan yang dianugerahkan Roh untuk berbicara dalam bahasa-bahasa asing.
Paulus menyebutkan karunia bahasa roh dalam daftar karunia di 1 Korintus 12: 8–10 (lihat juga 1 Kor. 12: 28, 30; 1 Kor. 13: 1, 8). Namun, ia merujuknya berulang kali dalam 1 Korintus 14. Memang, kata Yunani glōssa ("lidah" atau "bahasa") muncul lebih dari dua puluh kali dalam 1 Korintus 12–14, dengan lima belas kemunculan hanya dalam 1 Korintus 14. Selain itu, kata Yunani heteroglōssos ("bahasa lain") juga muncul, dalam 1 Korintus 14: 21. Jumlah rujukan yang tinggi terhadap karunia bahasa roh ini menunjukkan bahwa masalah ini menjadi perhatian khusus bagi Paulus. Penyalahgunaan dan penyelewengan karunia ini oleh jemaat di Korintus menyebabkan kekacauan dan kebingungan dalam ibadah umum ( 1 Kor. 14: 23, 27, 33, 40).
Alasan mengapa karunia berkata-kata dengan bahasa roh harus berjalan seiring dengan karunia untuk menafsirkannya adalah karena bahasa roh harus dapat dimengerti ( 1 Kor. 14: 9); jika tidak, tidak ada manfaatnya menggunakan karunia itu ( 1 Kor. 14: 6). Hal ini menjelaskan mengapa Paulus sangat menekankan pada penafsiran dan pengertian. Jelas, ia tidak mengritik karunia bahasa roh itu sendiri, tetapi, seperti yang akan kita lihat besok, penonjolan berlebihan yang diberikan oleh jemaat Korintus padanya, yang menyebabkan pengabaian karunia nubuat.
Pada titik ini, penting untuk dicatat bahwa meskipun Paulus menginginkan agar semua jemaat Korintus dapat berbicara dalam bahasa-bahasa asing ( 1 Kor. 14: 5), ia tidak mengharapkan hal itu terjadi ( 1 Kor. 12: 10). Jadi, pemikiran bahwa "semua harus berbicara dalam bahasa roh sebelum mengklaim baptisan dalam Roh Kudus adalah sebuah penyimpangan dari ajaran Paulus dalam 1 Korintus 12 dan 14"—Raoul Dederen, Handbook of Seventh-day Adventist Theology, ed. elektronik, vol. 12 dari Commentary Reference Series (Hagerstown, MD: Review and Herald Publishing Association, 2001), hlm. 620.