Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Penyembahan Berhala di Sinai", dalam Para Nabi dan Bapa (1999), jld. 1, hlm. 371–389.
"Betapa banyak kebaikan yang dapat dilakukan jika kita memanfaatkan dengan benar pergaulan kita satu sama lain! Setiap orang yang telah menerima berkat surgawi berkewajiban untuk meneruangi jalan kepada orang lain… . Maka semua orang yang benar-benar mengasihi Allah akan berhenti menyembah diri sendiri"—Ellen G. White, dalam The Advent Review and Sabbath Herald, 18 November 1884, hlm. 730.
"Paulus mendorong saudara-saudaranya agar mereka bertanya kepada diri mereka sendiri apakah pengaruh kata-kata dan perbuatan mereka itu kepada orang lain tidak berarti apa-apa, namun tidak terdapat kesalahan di dalamnya, yang mungkin seolah-olah menyetujui penyembahan berhala atau melukai hati yang syak dan yang mungkin orang lemah. Jika engkau makan, atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. …
"Kata-kata amaran Rasul kepada Jemaat Korintus dipakai setiap waktu khususnya pada zaman kita ini. Oleh menyembah berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah berhala-berhala, tetapi melayani diri sendiri, cinta kepelesiran, memanjakan selera dan hawa nafsu"—Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 266, 267.
"Jika Anda melihat bahwa dengan melakukan hal-hal tertentu yang merupakan hak Anda sepenuhnya, Anda menghalangi kemajuan pekerjaan Tuhan, maka tahanlah diri dari melakukan hal-hal itu. Jangan lakukan apa pun yang akan menutup pikiran orang lain terhadap kebenaran. … Segala sesuatu mungkin diperbolehkan, tetapi tidak semuanya berguna"—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 215.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: