Masalah Klik di dalam Gereja
Seruan Paulus agar "jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir" ( 1 Kor. 1: 10) mendominasi empat pasal pertama dari surat 1 Korintus. Faktanya, sebagian besar sepakat bahwa kesatuan adalah tema menyeluruh yang mengikat semua bagian surat itu.
Paulus menggunakan kata-kata yang kuat untuk menggambarkan kurangnya persatuan di antara anggota jemaat di Korintus. Ia menggunakan istilah Yunani schisma ("perpecahan", 1 Kor. 1: 10) dan eris ("perselisihan", 1 Kor. 1: 11). Kata benda schisma (serta kata kerja schizō) digunakan di bagian lain dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan perbedaan pendapat yang mengakibatkan perpecahan. Di sisi lain, kata benda eris ("perselisihan") sering muncul dalam daftar kejahatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen.
Ketidaksepakatan di jemaat Korintus muncul ke permukaan—bahkan dalam bentuk tuntutan hukum terhadap satu sama lain ( 1 Kor. 6: 1–3). "Kukatakan ini supaya kamu merasa malu", kata Paulus kepada mereka ( 1 Kor. 6: 5) mengenai tuntutan hukum antar anggota jemaat ini. Bahkan, mereka pun tidak mengesampingkan perbedaan mereka saat merayakan Perjamuan Tuhan ( 1 Kor. 11: 17–22).
Masalah kurangnya persatuan di antara anggota jemaat begitu mengerikan, dan Paulus begitu khawatir tentang hal itu, sehingga inilah masalah pertama yang ia bahas dalam suratnya kepada jemaat di Korintus.